Dishub Kabupaten Bandung Siap Kawal Pemudik Selamat Sampai Kampung Halaman
- 12 Mar 2026 04:03 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Soreang - Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung menyatakan kesiapannya dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 1447 Hijriah. Sebanyak 259 personel disiagakan di 12 pos pengamanan guna memastikan kelancaran lalu lintas selama periode mudik.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Hilman Kadar, mengatakan pengamanan arus mudik merupakan agenda rutin setiap tahun yang selalu dievaluasi untuk meningkatkan kesiapan di tahun berikutnya.
“Pengamanan Idul Fitri setiap tahun kita laksanakan dan tentu kita evaluasi dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Walaupun ada prediksi kenaikan volume kendaraan, kita berupaya semaksimal mungkin agar pengamanan berjalan optimal,” kata Hilman, usai gelar pasukan di kantor Dishub Kabupaten Bandung di Soreang, Rabu 11 Maret 2026.
Ia menjelaskan, ratusan personel Dishub akan ditempatkan di berbagai titik strategis di Kabupaten Bandung. Posko tersebut terdiri dari Posko Induk di Nagreg, pos pengamanan terpadu bersama Polresta Bandung, serta 10 pos lainnya yang tersebar di sejumlah wilayah.
“Tercatat ada 259 anggota yang akan kita tugaskan di 12 pos, mulai dari Nagreg, Cicalengka, Cileunyi, Pacira, Pangalengan, Majalaya, dan beberapa titik lainnya di Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Selain menyiagakan personel, Dishub juga menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung untuk pengaturan lalu lintas, seperti traffic cone, water barrier, stick lamp, serta rambu-rambu portabel.
Hilman menyebutkan pihaknya juga mendapat dukungan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat berupa 200 traffic cone yang akan disebar di sejumlah titik rawan kepadatan kendaraan.
“Kami juga menyiapkan rambu penunjuk jalan dan rambu portabel untuk mempermudah masyarakat, baik yang menuju jalur selatan maupun yang akan berkunjung ke objek wisata,” jelasnya.
Menurutnya, selain arus mudik, peningkatan mobilitas juga diprediksi terjadi di jalur wisata Kabupaten Bandung, khususnya menuju kawasan Pacira dan Pangalengan, yang menjadi tujuan favorit masyarakat saat libur Lebaran.
Untuk pengamanan arus mudik, Dishub akan mulai menugaskan personel di lapangan pada 14 Maret hingga 29 Maret 2026.
“Untuk saat ini arus kendaraan belum terlihat signifikan. Namun anggota kami mulai bertugas di lapangan dari tanggal 14 sampai 29,” katanya.
Berdasarkan prediksi pemerintah pusat, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret serta 19–20 Maret 2026. Oleh karena itu, Dishub menyiapkan pengamanan ekstra pada periode tersebut.
Selain jalur utama, Dishub juga memberikan perhatian khusus pada jalur alternatif seperti Cukang Monteng–Ibun dan Cijapati yang kerap digunakan pemudik untuk menghindari kepadatan di jalur Nagreg.
Hilman mengakui jalur Cijapati sebenarnya tidak direkomendasikan sebagai jalur alternatif, namun masyarakat masih sering menggunakannya.
Untuk itu, pihaknya berupaya meningkatkan keamanan di kawasan tersebut, salah satunya melalui pemasangan penerangan jalan umum (PJU) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kita sudah memasang PJU di sana bersama provinsi dan di Cukang Monteng juga akan ada penebalan anggota. Bahkan kita juga meminta Damkar untuk standby karena jalur tersebut cukup rawan, terutama bagi kendaraan matik,” katanya.
Sementara itu, terkait pembatasan kendaraan angkutan barang, Hilman menegaskan kendaraan sumbu tiga akan dibatasi operasionalnya mulai 13 hingga 29 Maret 2026. Namun demikian, beberapa kendaraan angkutan tertentu masih diperbolehkan melintas, seperti kendaraan pengangkut BBM, susu, pupuk, dan sembako.
“Pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga berlaku mulai tanggal 13 sampai 29. Tapi untuk kendaraan yang membawa kebutuhan penting seperti BBM, susu, pupuk, dan sembako masih diperbolehkan sesuai ketentuan,” beber Hilman Kadar.