Dishub Bandung: Arus Mudik Lebaran Terjadi Dua Gelombang
- 10 Mar 2026 21:40 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026/1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Bandung akan terjadi dalam dua gelombang. Kepala Dishub Kabupaten Bandung, Hilman Kadar, mengatakan puncak arus mudik diperkirakan berlangsung pada 14 Maret dan 19 Maret 2026.
“Secara umum puncak arus mudik biasanya terjadi pada H-2 Idulfitri. Namun karena adanya libur panjang, pergerakan masyarakat diprediksi akan lebih tersebar,” ujar Hilman dalam keterangannya, Selasa 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan, prediksi tersebut didasarkan pada hasil evaluasi pengamanan arus mudik dan arus balik pada tahun sebelumnya. Selain itu, faktor libur nasional dan cuti bersama, termasuk Hari Suci Nyepi, turut memengaruhi pola perjalanan masyarakat.
“Kami memperkirakan akan terjadi dua gelombang puncak arus mudik. Yakni pada 14 Maret dan 19 Maret 2026,” kata Hilman.
Untuk mendukung pelayanan serta pengamanan selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, Dishub Kabupaten Bandung menyiagakan sekitar 200 personel. Personel tersebut akan ditempatkan di 10 posko yang tersebar di jalur mudik dan jalur wisata di wilayah Kabupaten Bandung.
“Sepuluh posko itu terdiri dari satu pos induk, dan sembilan pos pengamanan. Pos induk berada di Nagreg,” ujarnya.
Sementara itu, pos pengamanan akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, di antaranya Cileunyi, Pangalengan, Majalaya, Ciwidey, Ibun-Kamojang, Soreang, hingga Ciparay. Hilman menambahkan, pos induk di Nagreg juga akan difungsikan sebagai pusat pemantauan CCTV, pengendali operasi personel, serta traffic counting.
“Kami menempatkan personel di pos terpadu yang merupakan gabungan bersama Polri, BPBD, Satpol PP, dan instansi lainnya,” katanya. Sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan juga memprediksi kepadatan lalu lintas pada arus mudik Lebaran 2026 berpotensi terjadi di sejumlah titik di Jawa Barat.
Menurutnya, potensi kepadatan diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, terutama di Tol Cipali serta jalur arteri di wilayah selatan Jawa Barat. “Jalur arteri yang berpotensi padat antara lain Nagreg (Kabupaten Bandung), Naringgul (Kabupaten Cianjur), dan Gentong (Kabupaten Tasikmalaya). Kepadatan juga berpotensi terjadi di jalan tol, khususnya di Tol Cipali,” ujarnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sejumlah pos pelayanan dan pengamanan akan disiapkan di titik-titik rawan kepadatan lalu lintas.