Kemenhub Siagakan Personel dan Alat Berat di Jalur KA Daerah Rawan

  • 23 Feb 2026 22:29 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menyiagakan personel dan alat berat di jalur kereta api yang dipetakan rawan bencana. Hal itu guna memastikan keselamatan serta kelancaran angkutan arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah.

"DJKA menyiagakan personel dan alat berat berupa sarana penolong di sejumlah titik rawan bencana guna mengawal kelancaran arus mudik masyarakat. Yaitu yang akan berlangsung jelang Idul Fitri 1447 Hijriah," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono, Senin 23 Februari 2026.

Dia menyampaikan khusus di Semarang dan sekitarnya pihaknya akan melakukan pemantauan di titik-titik yang sering terjadi bencana banjir. Termasuk juga potensi lain seperti tanah labil, dan longsor.

"Serta titik-titik rawan di sepanjang jalur guna mengantisipasi banjir. Yaitu seperti yang terjadi pada awal tahun ini,” ujar Allan.

Ia menuturkan sejumlah penanganan telah dilakukan seperti pancang rel, pemasangan cross drain, perkuatan sheet pile baja, normalisasi sungai, pengangkatan elevasi jembatan dan rel. Dan itu akan dipantau 24 jam melalui CCTV dan sensor yang ditempatkan di sekitar area tersebut.

Lebih lanjut, Allan menyebut di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, penempatan Alat Material untuk Siaga (AMUS) juga dilakukan di 62 titik yang tersebar di seluruh area tersebut. AMUS disiagakan sebagai alat penanganan darurat di titik-titik rawan bencana ketika bencana terjadi.

Penanganan itu sejalan dengan pemetaan Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) yang tersebar di seluruh wilayah kerja DJKA. Pemantauan dan penanganan Dapsus itu dilakukan secara kolaboratif dengan pihak operator maupun pemerintah daerah setempat agar mengurangi risiko bencana yang dapat mengganggu perjalanan kereta api.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....