KPK Gelar Safari Keagamaan Anti Korupsi di Cimahi

  • 07 Mei 2025 21:38 WIB
  •  Bandung

KBRN, Cimahi: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Safari Keagamaan Anti Korupsi di Kota Cimahi. Acara itu sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 100 peserta yang terdiri dari tokoh agama, pemuka agama, pendidik keagamaan, penyuluh agama, dan penghulu. Acara berlangsung di Aula MAN Cimahi pada Rabu (7/5/2025).

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Wawan Wardiana, menyampaikan, safari keagamaan ini merupakan bentuk sosialisasi anti korupsi yang menyasar tokoh agama dan adat. Ia menegaskan, pemberantasan korupsi tidak bisa dilakukan secara mandiri oleh KPK, tapi memerlukan dukungan aktif dari masyarakat, terutama melalui keterlibatan tokoh keagamaan.

"KPK tidak mungkin bergerak sendiri. Harus ada peran masyarakat, salah satunya dengan melibatkan tokoh keagamaan," ujar Wawan.

Safari Keagamaan Anti Korupsi ini digelar di beberapa wilayah Jawa Barat, termasuk Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi. Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat lainnya.

"Kami ingin bersama-sama memberantas korupsi dengan sinergi dan kolaborasi sesuai kapasitas dan kompetensi masing-masing," kata Wawan.

Lebih lanjut, Wawan berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terkait anti korupsi. Selain itu juga mendorong kesadaran untuk bertindak sesuai kapasitas masing-masing dalam upaya pencegahan korupsi.

Ia juga menekankan pentingnya menanamkan sembilan nilai anti korupsi, yaitu jujur, mandiri, bertanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras. "Korupsi ini tidak mengenal status sosial, bisa melibatkan siapa saja, baik pejabat maupun masyarakat biasa," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat, H. Ajam Mustajam, menyampaikan apresiasi atas dilibatkannya pihaknya dalam sosialisasi keagamaan anti korupsi yang digelar KPK di Jawa Barat. Menurutnya, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi.

"Alhamdulillah, terlihat respon dari masyarakat sangat antusias luar biasa," ujar Ajam.

Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti di satu acara saja, melainkan dapat terus berlanjut dan ditindaklanjuti oleh lembaga-lembaga lain di tingkat kabupaten atau kota. "Semoga kegiatan sosialisasi keagamaan Anti Korupsi ini bisa berkelanjutan ke lembaga-lembaga lain," kata Ajam mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....