Satu Desa Satu Sarjana dan Satu Hafiz Jadi Strategi Bangun SDM Lampung
- 05 Okt 2026 17:32 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) generasi muda melalui program Satu Desa Satu Sarjana dan Satu Desa Satu Hafiz Quran. Kedua program tersebut diarahkan untuk meningkatkan akses pendidikan sekaligus memperkuat karakter dan nilai keagamaan generasi muda di daerah.
Hal itu disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan pada pembukaan Festival Seni Qasidah Bintang Vokalis dan Pop Islami Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 di Balai Keratun, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Senin 5 Oktober 2026.
Gubernur mengatakan pembangunan masa depan Lampung membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki pendidikan dan keterampilan, tetapi juga landasan moral dan spiritual yang kuat.
Karena itu, Pemprov Lampung menghadirkan program Satu Desa Satu Sarjana untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak Lampung, khususnya yang berasal dari desa, mendapatkan pendidikan tinggi dan keterampilan sebagai bekal membangun masa depan.
“Melalui Satu Desa Satu Sarjana, kita ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak Lampung, khususnya yang berasal dari desa, untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan memiliki ilmu serta keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan,” ujar Gubernur.
Sementara itu, program Satu Desa Satu Hafiz Quran diarahkan untuk membangun generasi yang memiliki kemampuan intelektual sekaligus kekuatan spiritual dan akhlak yang baik.
“Kita ingin membangun dua kekuatan sekaligus, kekuatan ilmu dan kekuatan iman,” katanya.
Menurut Gubernur, pendidikan tinggi dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan nilai-nilai agama.
“Kita ingin anak-anak Lampung memiliki pendidikan yang tinggi, tetapi tetap memiliki akhlak yang kuat, mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tetap menjadikan agama sebagai pedoman dalam kehidupan,” lanjutnya.
Pembangunan SDM tersebut juga diarahkan agar generasi muda yang telah memperoleh pendidikan dan pengalaman dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat di desa dan kampung halamannya.
“Setelah mendapatkan ilmu dan pengalaman, kita ingin mereka kembali memberikan manfaat bagi desa dan kampung halamannya,” ujar Gubernur.
Pemprov Lampung juga terus membuka ruang pembinaan melalui kegiatan seni, budaya, pendidikan, dan keagamaan. Ruang-ruang tersebut dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang cerdas, kreatif, berprestasi, sekaligus memiliki karakter dan nilai agama yang kuat.
Melalui program pendidikan dan pembinaan tersebut, Pemprov Lampung mendorong lahirnya generasi muda yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah, terutama dalam memperkuat kapasitas masyarakat di tingkat desa.
(Pemerintah Provinsi Lampung)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....