Ekonomi Pringsewu Tumbuh, Pengangguran Masih Jadi Pekerjaan Rumah

  • 04 Okt 2026 12:41 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pringsewu - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pringsewu menunjukkan kinerja positif. Hingga periode yang disampaikan pemerintah daerah, ekonomi Pringsewu tumbuh 5,44 persen, menempatkannya di posisi keempat dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung, Minggu, 4 Oktober 2026.

Capaian tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung maupun nasional. Namun, pertumbuhan tersebut masih menyisakan pekerjaan rumah, terutama terkait tingkat pengangguran terbuka yang tercatat 4,65 persen dan masih berada di atas rata-rata Provinsi Lampung.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Pringsewu dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya terlihat dari angka, tetapi juga mampu menciptakan lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas saat membuka Rapat Koordinasi Evaluasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Kabupaten Pringsewu bersama Kementerian Dalam Negeri di Aula Utama Kantor Pemkab Pringsewu.

Menurut Riyanto, sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah dengan kontribusi mencapai 23,22 persen. Pemerintah daerah pun menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat sektor produktif sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

“Diantaranya melalui program Corporate Farming di Pekon Pujodadi, Kecamatan Pardasuka, dengan total luas lahan pilot project ± 50 hektar, dengan perincian luas lahan bengkok 14 hektar, dan lahan milik petani 36 hektar yang akan dikembangkan menjadi kawasan pertanian modern berbasis koperasi,” katanya.

Selain pertanian, Pemkab Pringsewu mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah. Salah satunya pengolahan ubi kayu menjadi tepung mocaf yang diproyeksikan memiliki potensi perputaran ekonomi hingga Rp337,5 miliar dan mampu menyerap 5.258 tenaga kerja pada 2029.

Pemerintah daerah juga menyiapkan program peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pemagangan ke Jepang. Pada 2025, sebanyak 58 tenaga kerja terampil telah diberangkatkan, sementara pada 2026 ditargetkan 100 tenaga kerja dapat mengikuti program tersebut. Saat ini, sebanyak 73 peserta telah memasuki tahap medical check up.

“Selain itu, juga program percepatan infrastruktur pembangunan lampu jalan melalui mekanisme Kerjasama Pemerintah Daerah dan Badan Usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi baru di setiap pekon, serta program percepatan penataan wajah kota, termasuk penataan sentra UMKM,” paparnya.

Pemerintah Kabupaten Pringsewu kini tidak hanya dituntut mempertahankan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan dampaknya dapat dirasakan masyarakat. Apalagi, pemerintah pusat telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8,0 persen dalam RPJMN 2025–2029. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah perlu menyelaraskan program pembangunan dengan arah kebijakan nasional.

Riyanto mengatakan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi penting agar berbagai program percepatan ekonomi dapat berjalan lebih terarah.

“Dengan semangat kolaborasi, kerja nyata, dan tanggungjawab bersama, mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah untuk memperkuat perekonomian Kabupaten Pringsewu yang inklusif, produktif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Balai Pemerintahan Desa Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Satria Gunawan, selaku Tim Kerja Pemantauan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah, jajaran Pemkab Pringsewu, DPRD, serta Forkopimda.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang telah mencapai 5,44 persen, tantangan Pringsewu berikutnya adalah bagaimana menjaga laju tersebut sekaligus memperluas penciptaan lapangan kerja. Sejumlah program yang disiapkan pemerintah daerah diarahkan untuk menjawab tantangan tersebut.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....