Bonus Demografi Bisa Jadi Beban, Pringsewu Perkuat Kampung KB dari Tingkat Pekon
- 04 Okt 2026 12:37 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pringsewu - Banyaknya penduduk usia produktif menjadi peluang besar bagi Pringsewu untuk mendorong pertumbuhan daerah. Namun, kondisi tersebut juga menyimpan tantangan jika tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang memadai. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pringsewu mendorong penguatan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) sebagai salah satu titik penting dalam menyiapkan masyarakat menghadapi bonus demografi.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila saat menghadiri kegiatan Penggerakan Kampung KB dalam Mendukung Kapitalisasi Bonus Demografi melalui skema Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Tahun 2026 di Pekon Mada Raya, Kecamatan Pagelaran Utara, Minggu 4 Oktober 2026.
Menurut Umi Laila, bonus demografi tidak otomatis menjadi keuntungan bagi daerah. Jumlah penduduk usia produktif yang besar harus dibarengi dengan investasi pada kualitas manusia, mulai dari kesehatan, pendidikan, keterampilan hingga ketahanan ekonomi keluarga.
“Momentum ini tidak boleh kita lewatkan begitu saja. Kita harus mampu melakukan kapitalisasi bonus demografi secara optimal, agar jendela peluang ini tak berubah menjadi bencana demografi, karena jika kita gagal mengelolanya, bonus ini justru bisa menjadi beban sosial. Karenanya, kehadiran Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) memiliki posisi sangat krusial,” katanya.
Umi menjelaskan, PJPK bukan sekadar dokumen perencanaan, melainkan menjadi panduan pembangunan kependudukan jangka menengah 2025–2029. Arah kebijakan tersebut perlu diterjemahkan ke dalam perencanaan pembangunan daerah agar tidak berhenti sebagai dokumen administratif.
Namun, menurutnya, keberhasilan kebijakan kependudukan justru sangat ditentukan oleh pelaksanaannya di tingkat paling dekat dengan masyarakat.
“Ujung tombak dari seluruh gerak kebijakan ini ada di tingkat akar rumput, yaitu di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) sebagai lokus strategis dimana intervensi pembangunan kependudukan diterjemahkan menjadi aksi nyata sehari-hari, mulai dari pelayanan data yang akurat melalui Rumah Dataku, peningkatan ketahanan keluarga, hingga konvergensi penanganan stunting dan pemberdayaan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Wakil Bupati menilai peran Kampung KB kini jauh lebih luas dibanding sekadar program pengendalian kelahiran. Kampung KB menjadi ruang untuk mengintegrasikan berbagai upaya peningkatan kualitas keluarga dan sumber daya manusia. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah ingin memastikan keluarga memiliki ketahanan yang lebih baik, akses kesehatan yang memadai, pendidikan yang berkualitas, sekaligus kemampuan untuk meningkatkan kondisi ekonomi.
“Kampung KB bukan lagi sebatas program batasan kelahiran, melainkan sebuah gerakan integratif untuk membangun kualitas manusia dari tingkat desa. Kegiatan hari ini merupakan jembatan emas menuju perwujudan visi Pringsewu Makmur. Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah kolaboratif yang kuat bagi memastikan bonus demografi di wilayah kita benar-benar dikapitalisasi menjadi kekuatan besar menuju keluarga yang berkualitas dan tercapainya visi Indonesia Emas 2045,” ucapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Analisis Dampak Kependudukan BKKBN Ir. Pintauli R. Siregar, Kepala BKKBN Provinsi Lampung Soetriningsih, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Dra. Titik Puji Lestari, Kepala Dinas P3AP2KB Eko Sumarmi, Camat Pagelaran Utara Erly Yunarni, serta para koordinator dan penyuluh KB.
Penguatan Kampung KB diharapkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pringsewu dalam mempersiapkan generasi produktif yang sehat, terdidik, terampil, dan memiliki ketahanan keluarga yang kuat. Dengan begitu, bonus demografi tidak hanya menjadi angka dalam komposisi penduduk, tetapi dapat benar-benar diubah menjadi kekuatan pembangunan daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....