Gotong Royong Warga Bersihkan Lingkungan Dari Abu Vulkanik di Pringsewu

  • 08 Sep 2026 13:15 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pringsewu - Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menyelimuti sejumlah fasilitas publik di Kabupaten Pringsewu.

Di Pekon Pardasuka, Kecamatan Pardasuka, warga bersama personel Polsek Pardasuka bergotong royong membersihkan Masjid Jami yang terdampak abu vulkanik.

Pembersihan dilakukan untuk mengembalikan kondisi rumah ibadah agar dapat kembali digunakan masyarakat dengan nyaman. Personel kepolisian bersama pengurus masjid dan warga menyapu serta menyemprot abu yang menempel di halaman, selasar hingga area tempat wudu.

Dengan menggunakan sapu, serokan dan selang air, material abu vulkanik dibersihkan secara bertahap dari lingkungan masjid.

Kapolsek Pardasuka Iptu Bastari Supriyanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat pemulihan kondisi lingkungan setelah terdampak hujan abu vulkanik.

Mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra, Bastari mengatakan kepolisian bersama masyarakat berupaya memastikan fasilitas umum dan tempat ibadah dapat kembali digunakan secara optimal.

"Kegiatan gotong royong ini adalah bagian dari komitmen penanganan pascabencana di wilayah Pringsewu. Kami ingin memastikan sarana publik dan tempat ibadah segera pulih dan bersih dari abu vulkanik," ujar Bastari.

Menurut dia, meski sebaran abu vulkanik mulai cenderung menurun, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.

"Kami meminta warga tidak lengah dan tetap waspada. Bila beraktivitas di luar rumah, tetap biasakan memakai masker atau pelindung mata untuk menghindari iritasi dan gangguan pernapasan," katanya.

Bastari juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

"Keluarga yang memiliki anak-anak, lansia, atau anggota keluarga yang punya riwayat sesak napas sebaiknya membatasi aktivitas di luar ruangan sampai kondisi udara benar-benar membaik," ujarnya.

Selain itu, warga diminta menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan tempat penampungan air tetap tertutup. Sayuran serta bahan makanan yang terpapar abu juga perlu dicuci sebelum dikonsumsi.

Bastari mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Kami mohon masyarakat jangan mudah panik oleh kabar yang belum jelas kebenarannya. Percayakan pembaruan informasi resmi dari pihak berwenang seperti BMKG, PVMBG maupun aparat kepolisian," katanya.

Gotong royong tersebut menjadi salah satu langkah sederhana masyarakat dalam mempercepat pemulihan lingkungan setelah terdampak abu vulkanik. Masjid Jami Pekon Pardasuka pun kembali bersih dan siap digunakan untuk aktivitas ibadah masyarakat.

Sementara itu seorang warga si Kecamatan Pringsewu, Yanto, mengaku melakukan bersih-bersih rumahnya bersama keluarga, karena abu vulkanik cukup mengganggu aktivitas di rumah,

"Abu cukup banyak menempel di halaman dan sekitar rumah. Kami bersama keluarga membersihkannya bersama-sama supaya bisa kembali beraktivitas dengan nyaman, apalagi rumah kami tidak ada plafonnya jadi abu yang masuk ke dalam rumah cukup banyak,” ujarnya.

Ia berharap kondisi lingkungan segera kembali normal dan masyarakat tetap mendapatkan informasi yang jelas terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....