Harga Cabai Rawit Naik Empat Pekan, BPS Catat 265 Daerah Alami Kenaikan

  • 21 Sep 2026 22:55 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Harga cabai rawit terus menunjukkan tren kenaikan selama empat pekan terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 265 kabupaten/kota mengalami peningkatan harga cabai rawit pada pekan ketiga September 2026.

Perkembangan tersebut menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti Pemerintah Provinsi Lampung secara daring, pada hari Senin, 21 September 2026. Rapat tersebut membahas perkembangan harga sejumlah komoditas pangan strategis serta langkah pengendalian inflasi di daerah.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan harga cabai rawit dalam beberapa pekan terakhir berlangsung secara konsisten. “Kenaikannya mohon maaf seperti anak tangga, yaitu naik terus mulai dari minggu keempat di bulan yang lalu sampai dengan minggu ketiga di bulan ini,” ujar Ateng.

Secara nasional, harga cabai rawit tercatat melonjak 29,85 persen menjadi Rp77.596 per kilogram. Angka tersebut berada jauh di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp57.000 per kilogram.

Selain cabai rawit, harga cabai merah juga mengalami peningkatan. BPS mencatat kenaikan sebesar 15,83 persen, dengan harga cabai merah telah menyentuh batas atas HAP di 248 kabupaten/kota.

Kenaikan harga cabai tersebut menjadi bagian dari tren peningkatan tekanan harga pangan secara lebih luas. BPS mencatat jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) mencapai 319 daerah pada pekan ketiga September 2026, meningkat dari 314 daerah pada pekan sebelumnya dan 242 daerah pada pekan keempat Agustus.

Pemerintah daerah diminta terus memantau perkembangan harga dan distribusi komoditas strategis, khususnya pangan yang memiliki pengaruh terhadap daya beli masyarakat. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, menegaskan bahwa upaya menjaga kestabilan harga perlu dilakukan secara konsisten karena komoditas pangan merupakan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Kami berharap kita tetap semangat karena ini adalah hal yang utama, berkaitan dengan harga-harga khususnya barang-barang pokok yang penting yang setiap hari seluruh bangsa kita, masyarakat kita membutuhkan,” tegas Tomsi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....