Mahasiswa Unila Kembangkan Sabun Alami dari Kulit Kakao

  • 10 Sep 2026 15:20 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Lampung mengembangkan inovasi produk perawatan tubuh bernama Covalera. Produk tersebut berupa sabun mandi alami berbentuk busa yang ditujukan untuk kulit sensitif sekaligus memanfaatkan hasil samping pertanian lokal.

Inovasi Covalera berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026 dari kementerian terkait. Tim tersebut diketuai Pandu Lintang Nugroho dari Teknologi Hasil Pertanian, dengan anggota Wayan Lindayani, Aurelle Yoroshi Siagian, Ratna Puspa Dewi, dan Billal Pasha Hendriyadi serta didampingi dosen Esa Ghanim Fadhallah, S.Pi., M.Si.

Ketua Tim Covalera, Pandu Lintang Nugroho, mengatakan produk tersebut dikembangkan sebagai alternatif pembersih tubuh bagi masyarakat dengan kulit sensitif. Formulasinya menggunakan bahan alami yang dinilai lebih lembut dibandingkan sabun konvensional yang mengandung surfaktan sintetis.

“Banyak pemilik kulit sensitif mengeluhkan kulit kering dan iritasi setelah mandi dengan sabun sintetis. Covalera hadir sebagai pembersih alami yang lembut, efektif mengangkat kotoran, dan menjaga kelembapan kulit tanpa menimbulkan efek samping iritasi,” jelas Pandu, Kamis 10 September 2026.

Covalera memadukan ekstrak kulit kakao, buah lerak, dan lidah buaya dalam formulanya. Kulit kakao dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan dan antimikroba alami, lerak sebagai surfaktan alami penghasil busa, sedangkan lidah buaya berfungsi membantu menjaga kelembapan kulit.

Tim juga mengembangkan ekstrak kulit kakao dengan teknologi pengecilan ukuran partikel hingga skala nanopartikel di bawah 100 nanometer. Teknologi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kelarutan, stabilitas, serta efektivitas bahan aktif dalam formulasi produk.

Covalera dikemas dalam botol bioplastik PET berukuran 100 mililiter dan dipasarkan dengan harga Rp32 ribu per botol. Berdasarkan survei awal terhadap 31 responden berkulit sensitif di Bandar Lampung, sebanyak 90 persen menyatakan minat tinggi untuk beralih menggunakan produk tersebut, sementara tim masih mempersiapkan standarisasi mutu, pengujian keamanan kulit, perizinan BPOM, dan pendaftaran HKI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....