Mahasiswa Unila Ciptakan ResQ-Net untuk Komunikasi saat Bencana
- 26 Agt 2026 18:04 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Tim mahasiswa Universitas Lampung mengembangkan sistem komunikasi darurat mandiri bernama ResQ-Net untuk mendukung pencarian dan pertolongan korban saat bencana. Inovasi tersebut ditujukan untuk wilayah yang kehilangan akses jaringan seluler dan internet atau berada di kawasan blank spot.
ResQ-Net dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC). Tim ini diketuai Isna Inun Wulan Sari dengan anggota Dafa Farhan Haqiqi, Desta Arya Putra, M. Fahrudin, dan Enggal Bima Sakti, di bawah bimbingan dosen Indah Khoerunnisa.
Sistem tersebut menggabungkan perangkat pemancar ResQ-Node dengan teknologi radio LoRa 433 MHz melalui topologi mesh multi-hop. ResQ-Net juga dilengkapi telemetri dan GPS, Gateway, serta aplikasi Command Center yang dapat bekerja secara offline-first.
Ketua Tim PKM-KC Isna Inun Wulan Sari mengatakan ResQ-Net dirancang agar petugas dapat tetap bertukar informasi saat jaringan komunikasi konvensional tidak tersedia. Data yang dikirim mencakup koordinat, kondisi personel, dan pesan taktis antarnode.
"Ketika jalur komunikasi langsung terhalang medan atau jarak, paket data dapat melompat secara estafet melalui node perantara hingga mencapai posko induk. Sistem ini juga memiliki kemampuan mencari rute transmisi alternatif jika ada node yang terputus," terang Isna, Rabu 26 Agustus 2026.
Data dari lapangan yang diterima Gateway kemudian ditampilkan pada laptop Command Center melalui jaringan lokal. Sistem tersebut dapat menampilkan topologi jaringan, posisi personel, catatan kejadian, dan pesan teks darurat tanpa memerlukan koneksi cloud.
Hingga akhir Agustus 2026, tim telah menyelesaikan purwarupa berupa dua unit ResQ-Node dan satu unit Gateway dalam enclosure protektif dengan antena eksternal. Perangkat tersebut telah melalui verifikasi komunikasi pada tingkat perangkat keras dan masih dikembangkan untuk tahap pengujian lapangan berskala lebih luas.
Tim juga menyempurnakan integrasi deteksi pasif korban melalui sinyal nirkabel serta modul kecerdasan buatan yang dapat bekerja secara offline. Inovasi tersebut diharapkan dapat mendukung operasi SAR di wilayah bencana dan menjadi teknologi yang dapat dimanfaatkan Basarnas maupun relawan kebencanaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....