Erupsi Anak Krakatau Batalkan Tiga Penerbangan dari Lampung

  • 06 Sep 2026 08:30 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Radin Inten II Lampung. Sebaran abu vulkanik amemasuki ruang udara yang dilalui jalur penerbangan pada Sabtu, 5 September 2026. Kondisi tersebut menyebabkan tiga penerbangan dari dan menuju Bandara Radin Inten II mengalami pembatalan.

General Manager Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, mengatakan keputusan pembatalan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan. Pembatalan tersebut melibatkan penerbangan TransNusa dan Lion Air.

“Pembatalan penerbangan ini dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat,” ujar Kiki.

Tiga penerbangan yang dibatalkan yakni TransNusa 5205 dengan rute Cengkareng (CGK) menuju Lampung (TKG), serta TransNusa 5206 dengan rute Lampung (TKG) menuju Jakarta (CGK).

Sementara satu penerbangan lainnya adalah Lion Air 242 dengan rute Cengkareng (CGK) menuju Lampung (TKG). Pembatalan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik pada jalur penerbangan.

Kiki menjelaskan pihak Bandara Internasional Radin Inten II terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait. Tim operasional juga melakukan pembaruan informasi mengenai jadwal keberangkatan dan kedatangan penerbangan yang terdampak.

“Jajaran operasional bandara terus berkoordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait dalam menangani dampak gangguan penerbangan tersebut,” kata Kiki.

Dampak erupsi juga diperkirakan memengaruhi sejumlah penerbangan pada Minggu, 6 September 2026. Beberapa penerbangan dijadwalkan mengalami penundaan, yakni Garuda Indonesia 073 rute Lampung-Jakarta, Citilink Indonesia 904 rute Cengkareng-Lampung, dan Citilink Indonesia 905 rute Lampung-Jakarta. Kondisi tersebut tetap dipantau berdasarkan perkembangan sebaran abu vulkanik di ruang udara.

Kiki mengimbau calon penumpang untuk memastikan kembali status penerbangan sebelum menuju bandara. Penumpang juga diminta berkoordinasi langsung dengan maskapai karena jadwal keberangkatan maupun kedatangan dapat berubah mengikuti kondisi ruang udara

“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan untuk terlebih dahulu memastikan jadwal penerbangannya kepada maskapai masing-masing,” ujar Kiki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....