Erupsi Gunung Anak Krakatau Level III Abu Vulkanik Tersebar Ratusan Kilo Meter
- 05 Sep 2026 21:25 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung-Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda hingga Sabtu, 5 September 2026, masih menunjukkan peningkatan. Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Andi Suardi saat dikonfirmasi RRI mengungkapkan, Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada status Level III atau Siaga.
Menurutnya erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terjadi pada Jumat 4 September 2026 malam.
"Erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada level III atau siaga. Dengan level ini maka kami mengimbau agar nelayan tidak mendekati perairan sekitar GAK dengan radius 3 kilometer," ujarnya.
Erupsi Gunung Anak Krakatau kali ini selain mengeluarkan larva pijar, juga menyemburkan debu hingga ke wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Tanggamus.
"Kami mengimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas diluar rumah. Jika memang ada keperluan mendesak melakukan aktivitas diluar rumah, kami harapkan masyarakat menggunakan masker," ucapnya.
Lebih lanjut Andi Suardi menjelaskan, hingga saat ini Pos Pantau Gunung Anak Krakatau yang berada di Desa Hargo Pancoran, Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan, masih secara intens melakukan pantauan termasuk perkembangan erupsi, kegempaan, arah sebaran abu, serta kondisi kawah.
"Kami masih secara intens melakukan pantauan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, dan kami akan mengupdate perkembangannya ke masyarakat melalui leading sektor terkait," ucapnya.
Andi juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari petugas terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau juga mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Lampung. Abu vulkanik dilaporkan terbawa angin hingga wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Tanggamus.
Tanti salah seorang warga Way Huwi Kecamatan Jatiagung Kabupaten Lampung Selatan, yang jaraknya kurang lebih 100 kilometer dari Selat Sunda mengaku debu hitam yang diduga merupakan semburan dari erupsi Gunung Anak Krakatau mulai tersebar di teras rumahnya.
"Debu berwarna hitam mulai berserakan diteras rumah saya mas. Bahkan tadi saat keluar rumah, mata saya sempat terkena debu ini," katanya.
Dengan kondisi tersebut Ibu dua orang anak ini mengaku akan mengurangi aktivitas diluar rumah, dan menggunakan masker jika harus keluar rumah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....