Warga Pesawaran Keluhkan Debu Erupsi Gunung Anak Krakatau

  • 05 Sep 2026 21:52 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pesawaran - Warga Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, mulai merasakan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), yang mulai terjadi Jumat 4 September 2026 malam.

Salah seorang warga, Aditya, mengatakan debu cukup terasa di lingkungan tempat tinggalnya, terutama ketika angin bertiup. Debu juga terlihat menempel di kendaraan dan sejumlah bagian rumah.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat tidak nyaman saat beraktivitas di luar rumah.

"Debunya cukup terasa dan beterbangan ketika angin kencang," ujar Aditya, Sabtu 5 September 2026.

Sementara warga lainnya, Asti, mengaku kondisi debu membuat warga lebih berhati-hati, terutama saat melakukan aktivitas di luar rumah.

Ia berharap pemerintah dan instansi terkait terus melakukan pemantauan serta memberikan informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Kami berharap kondisi ini segera membaik. Kalau memang debu berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau, masyarakat perlu mendapatkan informasi dan arahan mengenai langkah yang harus dilakukan,” katanya.

Dia juga berharap pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan, sehingga apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, informasi dapat segera disampaikan kepada masyarakat.

Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Andi Suardi saat dikonfirmasi RRI mengungkapkan, Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada status Level III atau Siaga. Menurutnya erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terjadi pada Jumat 4 September 2026 malam.

"Erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada level III atau siaga. Dengan level ini maka kami mengimbau agar nelayan tidak mendekati perairan sekitar GAK dengan radius 3 kilometer," ujarnya.

Selain mengeluarkan larva pijar, erupsi Gunung Anak Krakatau juga menyemburkan debu hingga ke wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Tanggamus.

"Kami mengimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika memang ada keperluan mendesak melakukan aktivitas diluar rumah, kami harapkan masyarakat menggunakan masker," ucapnya.

Hingga saat ini, kata Andi, Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancoran, Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan, masih secara intens melakukan pantauan termasuk perkembangan erupsi, kegempaan, arah sebaran abu, serta kondisi kawah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....