Krisis Air Bersih Mulai Meluas di Kota Bandarlampung

  • 06 Sep 2026 08:39 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Krisis air bersih mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kota Bandarlampung seiring menurunnya ketersediaan sumber air. BPBD Kota Bandarlampung mencatat 4.952 jiwa dari 1.128 kepala keluarga telah menerima distribusi air bersih sejak 31 Agustus hingga 3 September 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandarlampung Idham Syahputra mengatakan penyaluran dilakukan untuk membantu warga yang kesulitan memperoleh air bersih. Distribusi menyasar wilayah yang mengalami kekeringan maupun gangguan pada sumber air berdasarkan laporan dan pemantauan petugas.

“Atas arahan Wali Kota Bunda Eva Dwiana, kami melakukan pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang mengalami kekeringan air,” ucap Idham, Jumat, 4 September 2026.

Selama empat hari, BPBD mencatat 25 laporan pendistribusian air bersih di sejumlah titik. Penyaluran terbanyak berlangsung pada 2 September dengan 10 lokasi penerima yang mencakup 369 kepala keluarga atau 1.852 jiwa, kemudian pada 3 September terdapat delapan lokasi dengan 382 kepala keluarga atau 1.535 jiwa penerima.

Kecamatan Sukabumi menjadi wilayah dengan penerima terbanyak, mencapai 2.330 jiwa dari 505 kepala keluarga. Kelurahan Way Laga menjadi salah satu titik yang mendapat pasokan berulang, termasuk Jalan Raya Suban RT 18 LK II yang menerima distribusi pada 31 Agustus, 1 September, dan 2 September.

Selain warga, BPBD menyalurkan air bersih ke Pondok Pesantren Syifa'u Sudur di Way Laga karena mesin sumur bor mengalami kerusakan. Sekitar 50 santri dan santriwati tercatat menerima bantuan tersebut, sementara wilayah lain yang turut mendapat distribusi meliputi Panjang, Teluk Betung Timur, Wayhalim, Rajabasa, Sukarame, dan Tanjung Karang Pusat.

“BPBD Kota Bandarlampung terus melakukan pemantauan dan pendistribusian air bersih ke wilayah yang membutuhkan,” ujar Idham.

BPBD masih memantau wilayah yang mengalami kesulitan air bersih untuk menentukan kebutuhan distribusi berikutnya. Penyaluran air diharapkan membantu memenuhi kebutuhan warga selama kondisi kekeringan maupun gangguan sumber air masih berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....