Dorong Hilirisasi Jagung, Pemprov Lampung Siapkan Dryer Kapasitas 20 Ton

  • 01 Sep 2026 20:44 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lampung Selatan memperkuat hilirisasi hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani.

Dorongan tersebut disampaikan Mirza usai melantik PAC HKTI Lampung Selatan periode 2026-2031 di Desa Gandri, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa 1 September 2026.

Mirza mengatakan petani perlu didorong tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah. Menurutnya, pengolahan hasil pertanian sebelum dipasarkan dapat menciptakan nilai tambah sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah jagung. Mirza meminta hasil panen jagung di Lampung Selatan tidak seluruhnya dijual dalam kondisi basah, tetapi dikeringkan terlebih dahulu agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Jagung yang dihasilkan di masing-masing kecamatan harus kita upayakan untuk dikeringkan,” ujar Mirza.

Untuk mendukung langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung akan menyiapkan mesin pengering atau dryer dengan kapasitas 20 ton.

Jagung yang telah dikeringkan nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ayam. Pengembangan tersebut, kata Mirza, dapat dilanjutkan dengan mendorong usaha peternakan ayam di desa-desa.

Dengan demikian, rantai produksi tidak berhenti pada kegiatan budidaya jagung, tetapi berlanjut hingga pengolahan dan pemanfaatannya sebagai bahan baku industri peternakan.

“Tugas HKTI adalah membantu Presiden. Ketika harga sudah baik, kita lanjutkan dengan hilirisasi dan menciptakan nilai tambah,” tegasnya.

Selain hilirisasi, Mirza juga meminta HKTI Lampung Selatan meningkatkan produktivitas pertanian. Saat ini, produktivitas jagung di sejumlah lahan di Lampung Selatan berada pada kisaran enam hingga delapan ton per hektare dan ditargetkan dapat meningkat menjadi lebih dari 10 ton per hektare.

Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong pemanfaatan pupuk hayati cair (PHC) untuk membantu meningkatkan produktivitas petani, khususnya di Kecamatan Penengahan. Mirza menyebut petani nantinya dapat memperoleh PHC secara gratis dari pemerintah provinsi.

Menurut Mirza, konsep hilirisasi tidak hanya dapat diterapkan pada jagung. Komoditas unggulan Lampung lainnya, seperti padi, kelapa, singkong, dan berbagai tanaman pertanian juga perlu dikembangkan agar menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

Karena itu, ia meminta PAC HKTI Lampung Selatan membangun kerja sama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, kepala desa, kelompok tani, Gapoktan, serta organisasi terkait.

“Kita terus bekerja sama. Kita perkuat pertanian. Kita hubungkan petani dengan ilmu pengetahuan. Kita pastikan potensi yang dimiliki Lampung benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....