Festival Krakatau XXXV Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga Lampung

  • 30 Agt 2026 20:44 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta perhelatan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 tidak berhenti sekadar sebagai ajang pertunjukan seni dan budaya. Gubernur menegaskan perhelatan pariwisata terbesar daerah tersebut harus mampu memberikan dampak ekonomi yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, Sabtu 29 Agustus 2026. Pembukaan festival tahunan ini dipusatkan di ruang publik pusat kota untuk mendekatkan perhelatan kebanggaan daerah dengan aktivitas warga.

Gubernur yang akrab disapa Mirza ini menyampaikan keberhasilan pembangunan sektor pariwisata daerah tidak cukup hanya diukur dari angka statistik jumlah kunjungan wisatawan. Keberhasilan sejati tercapai apabila lonjakan wisatawan berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan pelaku usaha lokal dan UMKM.

"Keberhasilan pariwisata bukan hanya diukur dari berapa banyak orang yang datang, tapi juga berapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat," ujar Mirza.

Gubernur menjelaskan Festival Krakatau telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah dan pembangunan Provinsi Lampung selama 35 tahun. Konsistensi penyelenggaraan secara berkesinambungan telah membentuk agenda tahunan ini menjadi identitas kultural yang melekat pada masyarakat.

"Festival Krakatau telah menemani perjalanan Provinsi Lampung selama 35 tahun. 35 tahun tentunya bukan waktu yang singkat. Artinya, Festival Krakatau sudah menjadi bagian dari identitas Provinsi Lampung," ucapnya.

Gunung Krakatau dipandang sebagai simbol keberanian, kekuatan, dan ketangguhan masyarakat Lampung yang hidup dalam keberagaman. Nilai-nilai filosofis tersebut diangkat menjadi citra utama daerah yang diperkenalkan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Melalui festival ini, Pemerintah Provinsi Lampung berupaya membentangkan pintu seluas-luasnya agar masyarakat dunia mengenal Lampung lebih dekat. Pengenalan tersebut mencakup kekayaan alam, tradisi, kuliner gastronomi, hingga nilai kehangatan serta keramahan masyarakatnya.

"Tentunya kita ingin menjadikan Krakatau ini adalah pintu bagaimana dunia mengenal Provinsi Lampung," ujar Gubernur Mirza.

Pada edisi ke-35 ini, Festival Krakatau mengusung tema Nengah Nyappur yang dimaknai sebagai falsafah hidup masyarakat Lampung untuk membuka diri, menghargai perbedaan, dan membangun persaudaraan. Semangat ini dijadikan fondasi utama untuk merangkul seluruh pemangku kepentingan dalam membangun iklim pariwisata yang ramah dan inklusif.

Gubernur menggarisbawahi sektor pariwisata tidak mungkin dapat tumbuh dan berkembang secara optimal jika hanya mengandalkan peran tunggal pemerintah. Keterlibatan lintas sektor secara kolektif menjadi kunci utama penggerak ekosistem pariwisata daerah.

"Pariwisata tumbuh ketika pemerintah berjalan dengan masyarakat, ketika pelaku usaha, komunitas, UMKM, seniman, budayawan, akademisi, media, dan generasi muda bergerak ke arah yang sama," kata Mirza.

Berdasarkan data Pemprov Lampung, kunjungan wisatawan nusantara ke wilayah Lampung pada tahun 2025 lalu berhasil menembus angka 27 juta kunjungan. Pemerintah daerah menargetkan para wisatawan tidak hanya menikmati ragam pertunjukan, tetapi juga aktif membelanjakan uangnya untuk produk kerajinan, kuliner, serta jasa lokal.

Penyelenggaraan Festival Krakatau XXXV yang berlangsung pada 25 hingga 30 Agustus 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan menarik seperti Krakatau Run, Fun Battle Coffee, Seruit Battle, hingga Mengan Balak. Puncak penutupan festival dijadwalkan berlangsung pada Minggu 30 Agustus 2026 melalui parade Lampung Tapis Karnaval dan Malam Pesona Kemilau Krakatau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....