Pemprov Lampung Dorong Modernisasi Pertanian dan Kemandirian Petani
- 21 Agt 2026 05:50 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Lampung Tengah: Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi modern, pemanfaatan Pupuk Hayati Cair (PHC), penguatan pengelolaan air, serta kemandirian petani dalam penyediaan alat dan mesin pertanian (Alsintan).
Upaya tersebut terlihat saat peninjauan produksi dan pemanfaatan PHC oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (20/8/2026).
Dalam peninjauan tersebut, sejumlah petani menyampaikan adanya perubahan positif pada pertumbuhan tanaman padi setelah menggunakan PHC. Tanaman yang sebelumnya terlihat kekuningan mulai menunjukkan pertumbuhan lebih baik setelah mendapatkan perlakuan pupuk hayati tersebut.
Petani Gapoktan Sri Rezeki 3, Surono, mengatakan perubahan tanaman mulai terlihat sekitar satu hingga 10 hari setelah penggunaan PHC. Daun tanaman menjadi lebih hijau, batang lebih kuat, dan pertumbuhan bulir dinilai lebih baik.
"Waktu sebelum dikasih PHC, daunnya agak kuning-kuning. Setelah satu minggu sampai 10 hari, sudah bisa hijau benar. Batangnya kuat, sekarang helainya sampai ujung dan bulirnya juga bertambah," ujar Surono.
Petani lainnya, Misrani, mengatakan tanaman padi yang mendapatkan perlakuan PHC saat ini masih dalam proses menuju panen. Ubinan dijadwalkan dilakukan dalam beberapa hari mendatang untuk mengetahui hasil produktivitas secara lebih terukur.
| Baca juga: Sampah Pasar Berpotensi Jadi Pupuk Organik |
Menurutnya, penerapan teknologi pertanian tersebut memberikan optimisme terhadap peningkatan hasil panen. Pengalaman pada musim sebelumnya juga menunjukkan adanya peningkatan produktivitas setelah petani menerapkan PHC.
Sementara itu, petani lainnya, Suyono, menyebut produktivitas padi yang sebelumnya berada pada kisaran 5,2 hingga 5,5 ton per hektare dapat meningkat menjadi sekitar 6,5 ton per hektare setelah menggunakan PHC, termasuk pada musim rendeng.
"Rendeng kemarin biasanya 5,2 sampai 5,5 ton, setelah menggunakan ini bisa 6,5 ton. Hasilnya bagus," kata Suyono.
Pemanfaatan PHC juga terus dikembangkan di tingkat kelompok tani. Setelah sebelumnya memproduksi sekitar 10 drum, kelompok tersebut kembali memproduksi empat drum untuk memenuhi kebutuhan petani dan kelompok tani di wilayah sekitar.
Selain penerapan teknologi, kekompakan petani menjadi salah satu faktor yang mendukung kegiatan pertanian di Rama Nirwana. Pengendalian hama, seperti tikus dan belalang, dilakukan secara bersama-sama dalam satu hamparan.
"Masalah kekompakan di sini. Kalau satu hamparan dikerjakan bersama-sama, insyaallah bisa berhasil. Untuk masalah tikus dan belalang juga kita kerjakan bersama. Kalau ada lubang tikus, tidak peduli itu sawah siapa, tetap kita tangani," jelas Surono.
Kekompakan tersebut juga mendukung tingginya pemanfaatan lahan. Surono menyebut sekitar 95 persen lahan pertanian di wilayah Rama Nirwana dapat ditanami.
Kondisi itu turut menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi pembelajaran bagi kelompok tani dari sejumlah daerah. Menurut Surono, dalam beberapa bulan terakhir kelompok tani dari Lampung Selatan, Tulang Bawang, dan daerah lainnya datang untuk mempelajari praktik budidaya padi modern.
"Selama empat bulan ini sudah banyak yang datang berkunjung. Ada dari Lampung Selatan, Tulang Bawang dan daerah lainnya. Mereka datang untuk belajar menanam Arkansas," ungkapnya.
Penerapan Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) juga memberikan dukungan teknologi bagi petani, di antaranya melalui pemanfaatan unsur silika, pestisida, hormon, dan molybdenum dalam budidaya pertanian.
Petani menyebut penerapan teknologi tersebut berpotensi mempercepat masa panen hingga sekitar 10 hari. Selain itu, petani juga mendapatkan dukungan untuk mengetahui kondisi pH tanah sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketepatan pengelolaan lahan.
Pemerintah Provinsi Lampung menilai penerapan teknologi pertanian tersebut memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas apabila dapat diterapkan secara lebih luas. Peningkatan produktivitas sekitar satu ton gabah per hektare dinilai dapat memberikan tambahan pendapatan bagi petani.
Di sisi lain, ketersediaan air masih menjadi salah satu tantangan bagi petani di sejumlah wilayah persawahan Rama Nirwana. Kondisi saluran irigasi dan perbedaan elevasi menyebabkan air sulit masuk ke beberapa areal persawahan, terutama saat musim kemarau.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah mendorong pemanfaatan sumur bor dan pompa sebagai sumber air pendukung. Namun, keterbatasan bantuan pemerintah membuat belum semua kelompok tani dapat memperoleh bantuan pompa secara bersamaan.
Gubernur Lampung menekankan pentingnya gotong royong agar petani yang belum mendapatkan bantuan tetap dapat memperoleh akses air.
"Pemerintah memang membantu pompa, tetapi bantuannya terbatas dan tidak bisa semuanya sekaligus. Sambil menunggu, kita dorong gotong royong. Ada yang dapat bantuan, ada yang belum, yang belum kita bantu bersama. Yang penting semuanya kebagian air," ujar Gubernur.
Menurutnya, mekanisme pembayaran setelah panen atau yarnen juga dapat didiskusikan di tingkat Gapoktan sebagai bentuk usaha bersama untuk mendukung operasional pompa.
Selain persoalan air, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong Gapoktan membangun kemandirian dalam penyediaan Alsintan. Kepemilikan traktor, combine harvester, maupun peralatan pertanian lainnya dinilai dapat membantu petani mengatasi keterbatasan akses alat saat musim tanam dan panen.
Gubernur berharap Gapoktan tidak hanya menjadi wadah kelompok tani, tetapi juga berkembang menjadi unit usaha yang mampu menyediakan layanan Alsintan bagi anggotanya.
Kemandirian tersebut dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap bantuan pemerintah yang jumlah dan penyalurannya dilakukan secara bertahap.
Pemerintah Provinsi Lampung selanjutnya akan mendorong kolaborasi antara pemerintah, Gapoktan, dan petani untuk memperkuat ekosistem pertanian, mulai dari penyediaan air, pemanfaatan pupuk hayati, pengendalian hama secara terpadu, hingga kemandirian dalam penyediaan Alsintan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....