Ekonomi Lampung Tumbuh 5,29 Persen, Gubernur Soroti Pentingnya Literasi Keuangan
- 05 Sep 2026 16:15 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengajak generasi Z dan post-Gen Z meningkatkan literasi keuangan. Hal ini dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Lampung sekaligus mempersiapkan generasi muda menjadi pelaku ekonomi yang unggul dan berdaya saing.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Lampung Financial Festival di Novotel Bandarlampung, Sabtu 5 September 2026. Kegiatan tersebut dihadiri ribuan pelajar dari berbagai wilayah di Provinsi Lampung.
MIrza mengatakan, sektor keuangan memiliki keterkaitan dengan hampir seluruh aktivitas kehidupan masyarakat. Mulai dari pengelolaan keuangan keluarga, sektor pertanian, UMKM, investasi hingga pengelolaan keuangan pemerintah.
"Hampir semua keputusan yang kita ambil ini bersentuhan dengan keuangan. Mulai dari ibu, bapak yang di rumah masing-masing, yang mengatur pengeluaran keluarga, ini adalah sektor keuangan," ujarnya.
Menurutnya, sektor pertanian membutuhkan pembiayaan mulai dari modal tanam, pembelian bibit hingga biaya panen. Demikian juga UMKM yang membutuhkan modal untuk memulai maupun mengembangkan usaha.
Sementara bagi generasi muda, pemahaman terhadap sektor keuangan diperlukan ketika mulai mengenal investasi, seperti saham dan reksa dana.
Gubernur menjelaskan, Provinsi Lampung saat ini memiliki pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen dan menjadi yang tertinggi kedua di Sumatera.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Lampung didukung oleh kekuatan komoditas daerah. Beberapa komoditas Lampung memiliki posisi penting di tingkat nasional, seperti singkong yang berada di peringkat pertama nasional, jagung peringkat kelima, padi peringkat keenam, kopi peringkat keempat dan karet peringkat kelima.
Untuk komoditas nanas, Lampung juga memiliki kontribusi besar di tingkat dunia. Rahmat menyebut sekitar 23 persen produksi nanas dunia berasal dari Lampung Tengah.
Selain pertanian, Lampung juga memiliki potensi peternakan dan perikanan, di antaranya sapi, kambing, ayam pedaging, ayam petelur, ikan dan udang.
Mirza mengatakan, dengan jumlah penduduk sekitar 9,6 juta hingga 9,8 juta jiwa, hasil produksi pangan Lampung tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat daerah, tetapi juga dipasok ke berbagai wilayah di Indonesia.
"Artinya masyarakat Lampung, petani Lampung, selain memberi makan untuk diri sendiri, keluarga sendiri, juga memberi makan seluruh masyarakat yang ada di Indonesia," ujarnya.
Di hadapan para pelajar dan peserta, Gubernur juga menyoroti besarnya potensi bonus demografi di Lampung. Ia menyebut sekitar 24,7 persen penduduk Lampung merupakan generasi Z atau hampir 2,3 juta orang.
Menurutnya, generasi muda yang sangat dekat dengan teknologi digital harus diarahkan menjadi kekuatan ekonomi Lampung pada masa mendatang.
"Generasi muda inilah yang akan kita ciptakan untuk menjadi kekuatan ekonomi Provinsi Lampung ke depan," ucapnya.
Ia meminta generasi muda memiliki sikap produktif, keterampilan, kemampuan menciptakan usaha, serta mampu mengambil keputusan yang tepat, terutama dalam pengelolaan keuangan.
"Jadi, mengambil keputusan keuangan yang tepat, ini adalah skill yang wajib dimiliki seorang Gen Z dan post-Gen Z di Provinsi Lampung," tegas Gubernur.
Mirza juga mengungkapkan masih adanya kesenjangan antara inklusi dan literasi keuangan di Lampung.
Ia menyebut indeks inklusi keuangan Lampung telah mencapai 90,94 persen. Sementara tingkat literasi keuangan masyarakat berada di angka sekitar 72 persen.
"Artinya akses masyarakat mendapatkan akses keuangan, digital keuangan itu jauh lebih mudah dibandingkan pengetahuan mereka dalam menggunakan literasi keuangan," jelasnya.
Menurutnya, kondisi itu menjadi tantangan yang harus dijawab, khususnya bagi generasi muda yang saat ini banyak melakukan aktivitas dan mengambil keputusan keuangan melalui perangkat digital.
Ia juga menyampaikan perkembangan transaksi digital melalui QRIS di Lampung. Berdasarkan data, terdapat sekitar 889 ribu pengguna QRIS dengan jumlah transaksi mencapai 22,4 juta kali dan nilai transaksi sekitar Rp1,87 triliun.
Gubenur berharap peningkatan transaksi digital dapat diikuti dengan pertumbuhan ekonomi dan bertambahnya pelaku usaha dari kalangan generasi muda.
Ia mengajak para pelajar mulai mempelajari pengelolaan keuangan, investasi dan kewirausahaan sejak dini.
Menurutnya, terdapat empat komponen yang dapat menjadi kekuatan ekonomi Lampung, yaitu pengetahuan terhadap komoditas unggulan, bonus demografi, akses digital dan literasi keuangan.
"Ketika itu semua kita gabungkan, maka kita bukan hanya menjadikan pertumbuhan ekonomi, tapi kita juga akan menciptakan pelaku-pelaku ekonomi Lampung yang unggul dan berdaya saing," kata Mirza
Dirinya juga mengapresiasi pelaksanaan Lampung Financial Festival yang dinilai dapat meningkatkan wawasan masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai sektor keuangan.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kolaborasi sekaligus meningkatkan literasi keuangan dan digital generasi muda Lampung.
"Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan, memperkuat kolaborasi, dan menciptakan generasi masa depan yang melek literasi keuangan, dengan digital," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....