Pemprov Lampung Dorong PHC untuk Perkebunan Ramah Lingkungan
- 28 Agt 2026 09:42 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Pemerintah Provinsi Lampung mulai mendorong penggunaan Pupuk Hayati Cair atau PHC sebagai salah satu upaya pengelolaan tanaman yang lebih ramah lingkungan. Program tersebut sebelumnya telah diuji melalui demplot dan menunjukkan hasil pada sejumlah tanaman.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung Desti Arisandi mengatakan PHC merupakan salah satu program yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Lampung dalam pengembangan pertanian ramah lingkungan. Penggunaan PHC juga mulai diarahkan untuk mendukung sektor perkebunan.
Desti menjelaskan penggunaan PHC menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Pendekatan tersebut terus dikembangkan setelah penerapannya melalui demplot menunjukkan hasil yang dinilai baik.
"Target Bapak Gubernur, mulai tahun ini bahkan tahun depan, PHC akan merambah ke komoditas perkebunan. Ini sudah banyak teruji, kita sudah lakukan demplot dan salah satunya di kopi," ujar Desti, Kamis 27 Agustus 2026.
Menurut Desti, penerapan PHC pada tanaman kopi juga memberikan manfaat dalam membantu mengatasi gangguan pada tanaman. Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar bagi Disbun untuk mengembangkan penggunaan PHC pada komoditas perkebunan lainnya.
Selain kopi, penggunaan PHC juga mulai dicoba pada tanaman kakao melalui demplot. Disbun akan melihat hasil penerapan tersebut sebelum program diperluas ke lebih banyak komoditas dan wilayah.
Desti mengatakan program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembangkan perkebunan yang ramah lingkungan. Petani juga mulai menggunakan PHC secara mandiri pada tanaman perkebunan setelah memperoleh akses melalui program yang sebelumnya ditujukan untuk sektor pertanian.
Pengembangan PHC di sektor perkebunan diharapkan dapat membantu petani mengelola tanaman sekaligus mengurangi penggunaan bahan kimia. Hasil demplot dan pengalaman petani akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan pengembangan program pada tahun berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....