Gubernur Mirza Dorong Tenaga Kerja Lampung Tembus Pasar Global
- 11 Sep 2026 21:03 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mendorong lembaga pelatihan kerja di daerah meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar mampu bersaing dan terserap di pasar kerja global.
Dorongan tersebut disampaikan Mirza dalam rapat Penguatan Sinergitas Pelatihan dan Industri Daerah melalui pembentukan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Provinsi Lampung di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Jumat 11 September 2026.
Menurut Mirza, kebutuhan tenaga kerja tidak lagi hanya berorientasi pada pasar Lampung dan Indonesia. Perubahan teknologi dan pola investasi membuat pemerintah perlu menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri global.
"Kalau mau survive, LPK kita arahnya ke globalisasi. Fokus kita ke depan bukan hanya menyiapkan tenaga kerja untuk Lampung, untuk Indonesia, tapi untuk ke luar se-dunia," ujar Mirza.
Ia mengatakan persoalan ketenagakerjaan di Lampung perlu dihadapi dengan strategi baru. Pertumbuhan investasi tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah lapangan pekerjaan karena penggunaan teknologi dan otomatisasi semakin tinggi di sektor industri.
Setiap tahun sekitar 130.000 lulusan SMA dan SMK memasuki pasar pendidikan maupun kerja. Sementara itu, daya serap lapangan kerja yang tersedia masih terbatas.
"Artinya kita surplus terus. Kita fokus industri di sini, ya habis kalian. Jadi kita lagi pivot, diversifikasi bisa dibilang atau pivot juga bisa dibilang," kata Mirza.
Karena itu, Pemprov Lampung mendorong perluasan akses kerja ke luar negeri, salah satunya melalui penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Jepang dan Malaysia menjadi sejumlah negara yang menjadi sasaran pengembangan pasar kerja bagi tenaga kerja asal Lampung.
Untuk Jepang, pemerintah daerah menargetkan peningkatan pengiriman tenaga kerja hingga sekitar 5.000 orang pada tahun mendatang. Namun, kemampuan bahasa dan biaya pelatihan masih menjadi sejumlah kendala yang harus diselesaikan.
Mirza mengatakan penguatan kemampuan bahasa asing perlu dilakukan sejak tingkat pendidikan menengah dan dilanjutkan melalui lembaga pelatihan kerja.
Selain Jepang, peluang kerja di berbagai negara juga akan terus dipetakan melalui kerja sama pemerintah dengan negara tujuan.
Dari sisi pemerintah pusat, BP3MI Lampung turut menjalankan program SMK Go Global yang mulai berjalan pada 2026 dan direncanakan berlangsung hingga 2029. Lampung mendapat kuota 1.460 peserta untuk pelatihan sektor pertanian, kesehatan, dan pariwisata.
Pemprov Lampung berharap pembentukan FKLPID dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dunia industri, perguruan tinggi, dan calon tenaga kerja dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan pasar global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....