Pemprov Lampung Perkuat Operasi Terpadu Penanganan Karhutla
- 27 Agt 2026 17:02 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi terpadu yang menggabungkan pemantauan titik panas berbasis satelit, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pemadaman dari udara, serta penanganan langsung oleh personel gabungan di lapangan. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memastikan kesiapan seluruh unsur tersebut saat meninjau fasilitas OMC di Bandara Radin Inten II, pada hari Rabu, 26 Agustus 2026, dengan menekankan pentingnya respons cepat agar setiap indikasi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.
Gubernur Mirza mengatakan, seluruh langkah penanganan karhutla harus berjalan secara terintegrasi mulai dari deteksi dini, analisis kondisi cuaca, pelaksanaan OMC, hingga pengerahan armada pemadam udara dan tim darat sesuai kondisi di lapangan. Menurutnya, pemantauan titik panas secara berkelanjutan dengan dukungan teknologi satelit menjadi salah satu dasar bagi tim untuk menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut sehingga api dapat dipadamkan sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Respons cepat tersebut dilakukan pada Rabu pagi setelah terdeteksi adanya titik api di Resort Rantau Jaya, kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, sehingga helikopter langsung dikerahkan untuk melakukan water bombing di lokasi. Gubernur Mirza menegaskan, pola penanganan seperti itu merupakan bagian penting dari strategi pemerintah untuk memastikan setiap titik api segera mendapat respons tanpa harus menunggu kebakaran berkembang dan semakin sulit dikendalikan.
Selain pemadaman langsung, upaya penanganan karhutla juga diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca yang dilaksanakan di wilayah Lampung pada 26–30 Agustus 2026 dengan fokus membantu penanganan kebakaran, terutama di kawasan TNWK. Secara teknis, OMC dilakukan melalui penyemaian pada awan yang memenuhi kondisi tertentu untuk membantu mempercepat terbentuknya hujan sehingga curah hujan di wilayah yang membutuhkan dapat mendukung proses pembasahan lahan dan mengurangi potensi munculnya titik api baru.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, menjelaskan, pelaksanaan OMC merupakan tindak lanjut dari permohonan Gubernur Lampung kepada BNPB melalui Surat Nomor 300.2.1/2507/VI.08/2026 tertanggal 24 Juli 2026, dengan pelaksanaan kegiatan didukung pihak ketiga serta kementerian dan lembaga terkait. Rudy menyebut OMC menjadi langkah pendukung terhadap pemadaman yang dilakukan melalui jalur darat maupun udara, dengan harapan hujan dapat membantu membasahi wilayah terdampak sekaligus mempercepat pengendalian kebakaran.
Untuk memperkuat pemadaman dari udara, dua helikopter bantuan BNPB telah tiba di Lampung sejak Selasa, 25 Agustus 2026 yakni helikopter AS350B3e registrasi PK-DAP dan Sikorsky UH-60A registrasi N360UH yang disiagakan untuk melakukan water bombing pada titik-titik kebakaran dengan prioritas penanganan di kawasan TNWK. Operasi udara tersebut berjalan beriringan dengan upaya di darat yang melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan untuk melakukan pemadaman, penyekatan, serta pemantauan terhadap kawasan terdampak.
Gubernur Mirza menegaskan bahwa penanganan karhutla merupakan kerja bersama yang membutuhkan sinergi seluruh unsur, mulai dari BNPB, BPBD, BMKG, TNI, Polri, relawan, hingga tim yang menjalankan pemantauan satelit, analisis cuaca, OMC, water bombing, dan pemadaman di darat. Ia berharap pola penanganan terpadu tersebut dapat mempercepat pengendalian karhutla di TNWK dan wilayah Lampung lainnya, mencegah kebakaran meluas, serta memastikan masyarakat dan lingkungan di Lampung tetap aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....