Tim SAR Perluas Pencarian Anggota Polri yang Diduga Jatuh ke Sungai Mesuji
- 11 Sep 2026 08:44 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Tim SAR Gabungan memperluas pencarian terhadap Bripda Rifki Ardianto (23), anggota Polri yang diduga terjatuh dari kapal saat berlayar di perairan Sungai Badak, Kabupaten Mesuji.
Memasuki hari kedua pencarian, Jumat (11/9), operasi SAR dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Area penyisiran diperluas ke arah muara untuk meningkatkan peluang menemukan korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung Deden Ridwansah melalui Koordinator Pos SAR Tulang Bawang Feriansyah Putra mengatakan, perluasan pencarian dilakukan berdasarkan hasil evaluasi operasi pada hari pertama yang belum menemukan keberadaan korban.
“Hari ini pencarian kami perluas ke arah muara dengan membagi Tim SAR Gabungan menjadi dua SRU. Seluruh unsur dan alut yang tersedia kami optimalkan untuk melakukan penyisiran di sepanjang area pencarian. Harapannya korban dapat segera ditemukan,” kata Feri, Jumat 11 September 2026 malam.
Pencarian hari kedua dimulai pukul 07.00 WIB setelah Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing dan pembagian area operasi.
SRU 1 melakukan penyisiran sejauh 2,5 kilometer dari lokasi kejadian menuju arah muara menggunakan perahu karet milik Basarnas dan BPBD Mesuji. Sementara SRU 2 melanjutkan penyisiran sejauh 2,5 kilometer dari titik akhir pencarian SRU 1 menggunakan tiga unit speed lidah.
Sebelumnya, pencarian hari pertama pada Kamis (10/9) dilakukan setelah Tim SAR Gabungan tiba di lokasi dan berkoordinasi dengan sejumlah unsur terkait. Penyisiran dimulai sekitar pukul 15.30 WIB di perairan sekitar lokasi kejadian.
Hingga pukul 17.30 WIB, tim telah menyisir perairan sejauh kurang lebih dua kilometer. Namun, korban belum ditemukan. Pencarian kemudian dihentikan sementara dan dilanjutkan pada Jumat pagi, dengan pemantauan di sekitar lokasi tetap dilakukan.
Peristiwa tersebut bermula saat kapal LTT Agro Permai yang membawa empat orang berlayar dari Dermaga 129 Sungai Mesuji menuju Dermaga KNJ di Desa Gajah Mati, Kabupaten Mesuji, Rabu (9/9) sekitar pukul 20.20 WIB. Kapal tersebut tengah mengawal kapal pengangkut kelapa sawit.
Menjelang pergantian siaga pada Kamis (10/9) pagi, kru kapal menyadari Rifki sudah tidak berada di atas kapal. Korban terakhir diketahui masih berkomunikasi dengan rekannya yang berada di darat pada Rabu malam sekitar pukul 23.40 WIB.
Kru kapal kemudian melakukan pencarian di sekitar kapal, tetapi tidak menemukan korban. Nakhoda selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas Lampung pada Kamis (10/9) pukul 08.40 WIB.
Basarnas Lampung merespons laporan tersebut dengan berkoordinasi dengan pelapor dan memberangkatkan enam personel Tim Rescue Pos SAR Tulang Bawang menuju lokasi kejadian.
Feri mengatakan, operasi pencarian akan terus dievaluasi dan dikembangkan berdasarkan kondisi di lapangan serta informasi yang diperoleh selama proses pencarian.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat setempat. Area pencarian akan dievaluasi dan dikembangkan sesuai kondisi di lapangan serta informasi yang diperoleh selama operasi berlangsung,” ujarnya.
Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Pos SAR Tulang Bawang, Polres Mesuji, TNI AL, Satpolairud OKI, BPBD Mesuji, unsur kepolisian setempat, kru kapal, serta masyarakat.
Sejumlah peralatan dikerahkan dalam operasi tersebut, di antaranya dua set perahu karet bermesin, tiga unit speed lidah, Aqua Eye, Underwater Search Device (UWSD), peralatan selam, alat komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah. Namun, keterbatasan jaringan telekomunikasi dan internet menjadi salah satu kendala dalam komunikasi dan koordinasi tim di lapangan.
Tim SAR Gabungan akan terus melakukan penyisiran di sepanjang Sungai Mesuji dan memperluas area pencarian berdasarkan hasil evaluasi operasi hingga korban ditemukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....