Enam UMKM Ikan Asin Olah Lima Ton Sekali Produksi

  • 19 Agt 2026 22:16 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Enam UMKM ikan asin di sekitar Pelabuhan Perikanan Pantai Kota Agung, Tanggamus, menjadi objek penelitian dosen Politeknik Negeri Lampung. Setiap unit usaha mampu mengolah hingga lima ton ikan bahan baku dalam satu siklus produksi.

Penelitian dilakukan Program Studi Teknologi Cerdas Penangkapan Ikan Polinela untuk melihat kapasitas produksi dan kebutuhan bahan baku UMKM. Kajian tersebut diketuai Khoerul Fatoni dengan pengamatan mencakup pasokan ikan, proses produksi, hingga pemasaran.

Dari lima ton bahan baku yang diolah setiap unit UMKM, produksi ikan asin dapat mencapai sekitar dua ton dalam satu periode. Kapasitas tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan pasokan ikan yang harus tersedia secara rutin agar kegiatan usaha dapat berjalan.

“Data kapasitas produksi menjadi salah satu bagian penting dalam melihat kebutuhan bahan baku UMKM ikan asin di kawasan PPP Kota Agung,” ujar Khoerul Fatoni.

Bahan baku yang digunakan pelaku usaha berasal dari ikan hasil pendaratan di PPP Kota Agung. Jenis ikan yang dimanfaatkan antara lain teri, layang, lemuru, selar, dan peperek.

Tim peneliti juga menggali informasi langsung dari pelaku UMKM mengenai kendala yang mereka hadapi selama menjalankan usaha. Informasi tersebut mencakup kebutuhan ikan, proses pengolahan, kemampuan produksi, pemasaran, dan pola distribusi produk.

Produk ikan asin dari kawasan tersebut telah dipasarkan ke sejumlah wilayah di Lampung. Distribusinya mencakup Pringsewu, Bandar Jaya, Bandar Lampung, dan Metro, serta menjangkau beberapa wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera Barat.

Kegiatan penelitian mendapat dukungan Dinas Perikanan Kabupaten Tanggamus. Kepala Dinas Perikanan Tanggamus Darma Setiawan, menyatakan pemerintah daerah terbuka terhadap kolaborasi riset yang dapat membantu pengembangan sektor perikanan.

“Kami sangat terbuka untuk menjalin kerja sama dengan Politeknik Negeri Lampung melalui kegiatan riset maupun kegiatan lainnya yang bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya di sektor perikanan,” ungkap Darma Setiawan.

Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar untuk melihat kebutuhan bahan baku dan kapasitas pengolahan UMKM ikan asin di kawasan PPP Kota Agung. Kajian tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung keberlanjutan usaha masyarakat pesisir melalui penguatan produksi dan pemasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....