15 UMKM Binaan BI Lampung Tampil dalam Ajang KKI 2026

  • 21 Agt 2026 05:48 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Jakarta: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung membawa 15 UMKM binaan dan mitra dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 20–23 Agustus 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar, pembiayaan, hingga peluang ekspor bagi pelaku UMKM Lampung.

Sebanyak 15 UMKM Lampung mengikuti sejumlah rangkaian KKI 2026. Tujuh UMKM masuk dalam Business Matching Ekspor, yakni Si Bintang Buah, Banabee, Rafins Snack, Mr. Zian Coffee, Ghalkoff, Dr. Koffie, dan PT Aneka Coklat Kakoa (Krakakoa). Produk yang ditawarkan meliputi keripik pisang, keripik kulit ikan, kopi, hingga cokelat.

Sementara itu, lima UMKM mengikuti Pameran Wastra Offline, yaitu Sekura Art, Exclusive Tapis Ruwa Jurai, Soleha Tapis Collection, House Tapis Citra, dan Jan Ayu. Produk yang ditampilkan mencakup wastra, tapis, serta ready to wear.

Seluruh 15 UMKM tersebut juga memperoleh ruang promosi melalui pameran online KKI 2026, dengan produk yang mencakup wastra, ready to wear, makanan dan minuman olahan, cokelat, kopi, hingga teh.

Keterlibatan UMKM Lampung tersebut sejalan dengan arah besar pengembangan UMKM yang disampaikan Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, saat membuka KKI 2026, Kamis 21 Agustus 2026.

Destry menegaskan bahwa penguatan UMKM ke depan bertumpu pada tiga kata kunci, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing. Bangkit dimaknai sebagai semangat pemulihan bagi UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan, sedangkan berdaya saing ditempuh melalui inovasi produk serta perluasan akses pasar domestik maupun ekspor.

Arah tersebut menjadi relevan dengan keikutsertaan UMKM binaan BI Lampung, khususnya tujuh pelaku usaha yang mengikuti business matching ekspor. Forum tersebut membuka kesempatan bagi produk unggulan Lampung untuk masuk ke jaringan pasar yang lebih luas.

“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujar Destry Damayanti.

Secara nasional, posisi UMKM menjadi alasan penting bagi Bank Indonesia untuk terus memperkuat ekosistem usaha. Dalam sambutannya, BI mencatat jumlah pelaku UMKM mencapai 64 juta, menyerap 97 persen tenaga kerja, dan memberikan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB nasional.

Karena itu, kebijakan pengembangan UMKM Bank Indonesia diarahkan melalui tiga strategi utama, yakni ekonomi inklusif yang terintegrasi dan berdaya saing; pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan; serta literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan yang meluas. Strategi tersebut diwujudkan melalui penguatan kapasitas dan skala usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta percepatan digitalisasi.

Dalam konteks Lampung, strategi tersebut diterjemahkan melalui keterlibatan UMKM binaan dalam tiga kanal utama KKI 2026: akses ekspor melalui business matching, promosi produk kreatif melalui pameran wastra, dan perluasan pasar digital melalui pameran online.

KKI 2026 sendiri mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”. Gelaran tersebut melibatkan 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis untuk memperkuat daya saing, akses pembiayaan, digitalisasi, dan perluasan akses pasar UMKM.

Skala KKI tahun ini juga meningkat. Pameran luring di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM, sedangkan pameran daring melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. KKI 2026 turut menghadirkan 44 rangkaian kegiatan, termasuk business matching pembiayaan, ekspor dan value chain.

Dengan demikian, partisipasi 15 UMKM binaan/mitra BI Lampung tidak hanya menjadi ajang promosi produk daerah, tetapi juga menjadi bagian dari implementasi strategi BI untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, mendorong digitalisasi, dan membuka akses pembiayaan serta ekspor bagi UMKM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....