Lapas Kelas I Bandar Lampung Ubah Sampah Organik Jadi Pakan Ternak

  • 07 Agt 2026 10:34 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung mengembangkan program budidaya maggot sebagai upaya mengolah sampah organik sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi berupa pelet untuk pakan ternak.

Kepala Bidang Kegiatan Kerja (Kabid Giatja) Lapas Kelas I Bandar Lampung, Medi Oktafiansyah, mengatakan program tersebut telah berjalan selama sekitar satu tahun dan menjadi salah satu inovasi dalam pengelolaan limbah organik di lingkungan lapas.

"Program ini sudah berjalan satu tahun. Kami memiliki program maggotisasi atau pengolahan sampah organik yang nantinya menghasilkan budidaya maggot. Dari hasil pengolahan tersebut juga diproduksi pelet yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak," kata Medi, Jumat 7 Agustus 2026.

Menurutnya, program budidaya maggot tidak hanya bertujuan menghasilkan produk yang bermanfaat, tetapi juga menjadi solusi dalam mengurangi volume sampah organik yang dihasilkan setiap hari di dalam lapas.

Ia menjelaskan, sebagian besar sampah organik yang berasal dari aktivitas dapur dan lingkungan lapas tidak lagi dibuang begitu saja. Sampah tersebut diolah melalui budidaya larva lalat Black Soldier Fly (BSF) atau maggot, yang mampu mengurai limbah organik secara cepat dan efisien.

"Program ini juga membantu mengatasi persoalan persampahan di Kota Bandar Lampung. Salah satu alasan kami mendapat dukungan dari berbagai pihak karena sampah-sampah organik yang ada di dalam lapas tidak semuanya dibuang keluar, tetapi kami olah terlebih dahulu menjadi sesuatu yang bermanfaat," ujarnya.

Selain mengurangi beban sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, hasil budidaya maggot diolah menjadi pelet yang memiliki nilai ekonomis sebagai pakan ternak maupun ikan. Program tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan melalui keterampilan di bidang pengelolaan limbah dan budidaya.

Medi berharap pengembangan budidaya maggot dapat terus ditingkatkan sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi lingkungan maupun sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan setelah selesai menjalani masa pidana.

Melalui program tersebut, Lapas Kelas I Bandar Lampung berupaya mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus menciptakan produk yang memiliki nilai tambah dari limbah organik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....