Pemprov Lampung Perkuat Kolaborasi Percepatan Eliminasi TBC di Tanggamus
- 06 Agt 2026 20:17 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat langkah percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) melalui kolaborasi lintas sektor bersama Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Tanggamus yang digelar secara virtual dari Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Kamis 6 Agustus 2026.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan tuberkulosis masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan kesehatan di Lampung. Selain berdampak terhadap kesehatan masyarakat, penyakit ini juga memengaruhi produktivitas karena pasien harus menjalani pengobatan minimal selama enam bulan.
"Penanggulangan tuberkulosis bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan produktivitas masyarakat. Karena itu, percepatan eliminasi TB harus menjadi komitmen bersama," ujar Jihan.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen mendukung target nasional eliminasi tuberkulosis pada 2030 sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Menurutnya, target tersebut hanya dapat dicapai melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan penemuan kasus secara aktif, memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, serta menghilangkan stigma terhadap penderita TB.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, estimasi kasus tuberkulosis di Lampung pada 2026 mencapai 30.745 kasus. Sementara di Kabupaten Tanggamus diproyeksikan terdapat 2.532 kasus. Namun hingga saat ini, capaian notifikasi kasus di Tanggamus baru sekitar 37 persen dari target sehingga diperlukan penguatan penemuan kasus di lapangan.
Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Pemprov Lampung bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengembangkan website Peduli TB Lampung sebagai media skrining dini dan pelacakan kasus. Platform ini diharapkan menjadi pintu awal identifikasi masyarakat berisiko tinggi sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.
Selain itu, Pemprov Lampung juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memperkuat sarana dan prasarana diagnosis tuberkulosis, termasuk pengadaan alat kesehatan serta peningkatan layanan pemeriksaan di daerah. Dukungan bagi pasien juga disiapkan melalui usulan program bantuan rumah layak huni bagi penderita TB yang memenuhi persyaratan.
Meski sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif, Jihan mengingatkan masih rendahnya capaian Treatment Success Rate TB resistan obat (TB RO) serta pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada kontak serumah. Karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Tanggamus meningkatkan skrining kelompok berisiko, mengoptimalkan layanan diagnosis, memperbaiki pelaporan melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), mempercepat investigasi kontak, memperkuat peran kader TB dan Desa Siaga, serta mengintensifkan koordinasi lintas sektor.
Jihan mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten Tanggamus yang telah memiliki dokumen perencanaan penanggulangan tuberkulosis secara lengkap. Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan di lapangan, terutama ditemukannya pasien dengan gejala klinis TB tetapi hasil pemeriksaan penunjang belum mengonfirmasi penyakit tersebut.
| Baca juga: PKS Lampung Gelar Dauroh Ilmu Mantiq |
"Pemerintah Provinsi Lampung akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dukungan alat kesehatan dan fasilitas penunjang diagnosis dapat segera direalisasikan. Saya mohon penanggulangan tuberkulosis ini dilakukan secara serius. Eliminasi TB pada tahun 2030 merupakan arahan Presiden dan menjadi tanggung jawab bersama, khususnya pemerintah kabupaten/kota," tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus Suaidi mengungkapkan, dari estimasi 2.532 kasus tuberkulosis di wilayahnya, hingga kini baru 960 kasus yang berhasil ditemukan. Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas kerja seluruh unsur yang tergabung dalam TP2TB.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tanggamus telah membentuk tim penanggulangan tuberkulosis hingga tingkat kecamatan, pekon, puskesmas, dan Desa Siaga sebagai ujung tombak penemuan kasus serta pendampingan pasien. Hasil rapat koordinasi ini akan menjadi pedoman dalam memperkuat upaya percepatan eliminasi tuberkulosis di Kabupaten Tanggamus.
"Kami mengucapkan terima kasih atas arahan dan dukungan Pemerintah Provinsi Lampung. Berbagai bentuk dukungan yang diberikan menjadi motivasi bagi kami untuk meningkatkan kinerja penanggulangan tuberkulosis di Kabupaten Tanggamus," kata Suaidi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....