Dosen UTB Lampung Tingkatkan Daya Saing Jamu Tradisional
- 06 Agt 2026 13:35 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tulang Bawang (UTB) Lampung melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat Reguler yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Kegiatan ini menyasar Kelompok Penjual Jamu Tradisional "Berseri Indah" di Desa Sukadadi, Kabupaten Pesawaran, sebagai upaya meningkatkan kapasitas usaha, kualitas produk, serta daya saing UMKM jamu tradisional berbasis potensi lokal.
Program pengabdian diketuai dosen Program Studi Farmasi Universitas Tulang Bawang, Yuli Wahyu Tri Mulyani, M.Si., dengan anggota dosen Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Tulang Bawang, Suhartina, S.Sos., M.Si., dan dosen Program Studi Farmasi STIKes Adila Bandar Lampung, apt. Anelia Arifanny Sugianto, S.Si., M.K.M. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Tulang Bawang, yaitu Aulia Chairum Fadhilah dan KMG Putra Adipratama, sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.
Program pengabdian diawali dengan pemetaan kebutuhan mitra melalui observasi lapangan, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa proses produksi jamu masih dilakukan secara konvensional menggunakan bahan segar, peralatan yang sederhana, serta belum menerapkan standar higiene dan sanitasi secara optimal. Selain itu, produk yang dipasarkan masih didominasi jamu cair dengan masa simpan yang relatif singkat, sehingga jangkauan pemasaran dan nilai tambah produk masih terbatas. Sebagai solusi, tim pengabdian melakukan transformasi sarana produksi melalui penyediaan berbagai peralatan pendukung, seperti alat perajang simplisia, dehidrator, blender, timbangan digital, wadah berbahan food grade, alat penyaring, dan berbagai peralatan pendukung lainnya.
Penggunaan peralatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus menghasilkan produk yang lebih higienis dan memenuhi standar keamanan pangan. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan jamu serbuk instan berbahan jahe, kencur, dan temulawak. Peserta memperoleh pendampingan mulai dari proses pencucian bahan baku, perajangan menggunakan alat pengrajang, pengeringan menggunakan dehidrator, penghalusan, penyaringan sari rimpang, hingga proses pemasakan bersama gula melalui teknik kristalisasi untuk menghasilkan jamu serbuk instan yang praktis dan memiliki daya simpan lebih lama.
Selain jamu serbuk, peserta juga dilatih memproduksi teh rempah berbasis simplisia kering yang memanfaatkan jahe, kencur, kunyit, temulawak, kayu manis, dan gula aren. Produk inovasi ini diharapkan menjadi alternatif minuman herbal siap seduh yang lebih praktis, mudah dipasarkan, serta memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan produk jamu cair konvensional. Untuk meningkatkan daya saing produk, tim pengabdian juga memberikan pelatihan pengemasan dan pelabelan menggunakan kemasan standing pouch yang dilengkapi dengan silica gel, informasi komposisi, berat bersih, cara penyajian, tanggal produksi, dan tanggal kedaluwarsa. Kemasan yang lebih menarik dan informatif diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat identitas produk.
Sebagai bagian dari penguatan legalitas usaha, anggota Kelompok Penjual Jamu Tradisional "Berseri Indah" juga didampingi mengikuti Pelatihan Keamanan Pangan bagi Industri Rumah Tangga Pangan (PKP-PIRT). Melalui kegiatan ini, mitra memperoleh pemahaman mengenai higiene sanitasi, Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), keamanan pangan, serta prosedur pengurusan izin PIRT sebagai langkah awal menuju legalitas usaha.
Ketua Tim Pengabdian, Yuli Wahyu Tri Mulyani, M.Si., mengatakan diversifikasi produk melalui pengembangan jamu serbuk dan teh rempah berbasis simplisia kering diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk, memperpanjang masa simpan, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Selain menghasilkan produk inovatif, program ini juga bertujuan membangun kemandirian masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis tanaman obat lokal yang berkelanjutan.
“Saat ini, produk jamu serbuk dan teh rempah hasil kegiatan masih dalam proses pengurusan izin PIRT sehingga belum dipasarkan secara luas,” ujar Yuli Wahyu.
Tri bilang, selama proses legalitas berlangsung, produk dimanfaatkan untuk kegiatan promosi, konsumsi internal kelompok, serta dipasarkan secara terbatas kepada masyarakat sekitar. Setelah seluruh proses perizinan selesai, produk diharapkan dapat diproduksi dan dipasarkan secara lebih luas sebagai salah satu produk unggulan UMKM Desa Sukadadi.
“Melalui program ini, Universitas Tulang Bawang menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat, dengan mendorong lahirnya inovasi produk herbal yang berkualitas, aman, bernilai tambah, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan UMKM berbasis potensi lokal,” kata dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....