Lampung Catat Inflasi Terendah di Sumatera
- 04 Agt 2026 20:30 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Pemerintah Provinsi Lampung kembali mencatatkan capaian positif dalam pengendalian inflasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Juli 2026, Lampung menjadi provinsi dengan tingkat inflasi tahunan (year-on-year/YoY) terendah di Pulau Sumatera, yakni sebesar 1,76 persen.
Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Perubahan Regulasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dipimpin Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo, dan diikuti secara virtual oleh seluruh pemerintah daerah, Selasa 4 Agustus 2026.
Pemerintah Provinsi Lampung diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansah, yang mengikuti rapat dari Ruang Command Center Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung.
Dalam arahannya, Yusharto Huntoyungo menyampaikan bahwa inflasi nasional terus menunjukkan tren membaik sejak pemerintah pusat bersama pemerintah daerah rutin menggelar rapat koordinasi pengendalian inflasi pada Oktober 2022. Inflasi nasional yang saat itu berada di angka 5,95 persen berhasil ditekan menjadi 2,88 persen secara tahunan hingga akhir Juli 2026, dengan deflasi bulanan sebesar 0,14 persen.
"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemerintah daerah yang secara konsisten melakukan langkah-langkah pengendalian inflasi sehingga stabilitas harga dapat terus terjaga," ujar Yusharto.
Dalam paparannya, Yusharto menyebut Lampung sebagai provinsi dengan inflasi terendah di Pulau Sumatera. Sebaliknya, inflasi tertinggi di kawasan tersebut tercatat terjadi di Provinsi Aceh sebesar 5,38 persen.
Ia juga mengingatkan pemerintah daerah agar terus mengawasi perkembangan harga sejumlah komoditas strategis, seperti beras, bawang putih, minyak goreng, daging ayam ras, dan daging sapi yang masih menjadi penyumbang inflasi di berbagai wilayah. Sementara itu, harga bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan gula pasir dilaporkan cenderung mengalami penurunan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa Indonesia pada Juli 2026 mengalami deflasi bulanan sebesar 0,14 persen, inflasi tahunan sebesar 2,88 persen, serta inflasi tahun kalender sebesar 1,65 persen.
Menurutnya, penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi faktor utama terjadinya deflasi. Komoditas bawang merah, cabai rawit, cabai merah, telur ayam ras, dan tomat menjadi penyumbang terbesar penurunan inflasi, sedangkan beras dan bawang putih masih mengalami kenaikan harga.
Ateng juga mengungkapkan Kabupaten Lampung Timur menjadi daerah dengan deflasi terdalam di wilayah Sumatera sekaligus termasuk kabupaten dengan tingkat inflasi tahunan terendah di kawasan tersebut.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansah, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga di Provinsi Lampung.
"Alhamdulillah, inflasi Provinsi Lampung pada Juni dan Juli mengalami penurunan. Secara month-to-month yang sebelumnya sebesar 0,55 persen kini menjadi minus 0,49 persen. Kemudian secara year-on-year turun dari 2,46 persen menjadi 1,76 persen, sedangkan year-to-date juga menurun dari 2,40 persen menjadi 1,92 persen. Ini menunjukkan berbagai langkah pengendalian inflasi yang selama ini kita lakukan telah memberikan hasil yang signifikan," ujar Yanyan.
Ia menjelaskan, penurunan inflasi tersebut sejalan dengan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Provinsi Lampung yang dalam beberapa pekan terakhir berada pada level negatif sehingga laju inflasi semakin terkendali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....