Bappenas Kaji Usulan Lampung Bangun Kawasan Industri Pangan
- 24 Jul 2026 21:16 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI Rahmat Pambudy menyatakan siap mempelajari berbagai usulan pembangunan yang disampaikan Pemerintah Provinsi Lampung, termasuk pengembangan kawasan industri pangan sebagai pusat hilirisasi komoditas pertanian.
Pernyataan tersebut disampaikan Rahmat Pambudy saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Gubernur Lampung, Jumat 24 Juli 2026, dan berdialog bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengenai arah pembangunan daerah.
Rahmat menilai perencanaan pembangunan nasional harus berangkat dari kondisi nyata di daerah, terutama dari tingkat desa. Menurutnya, identifikasi persoalan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung menjadi modal penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan.
| Baca juga: Lampung Targetkan Waste to Energy pada 2029 |
Ia bahkan menyebut pendekatan pembangunan berbasis desa yang diterapkan Lampung berpotensi menjadi salah satu model dalam perencanaan pembangunan nasional.
Menurut Rahmat, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tingginya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari pemerataan kesejahteraan masyarakat.
"Di Indonesia Timur ada daerah yang pertumbuhannya sampai 20 persen, tetapi pemerataannya rendah sekali. Kita tidak ingin seperti itu. Kita ingin pertumbuhan tinggi dan pemerataan juga tinggi. Dari mana caranya? Sekali lagi, pertanian. Pertanian seperti apa? Pertanian hilirisasi. Hilirisasi berbasis pertanian," katanya.
Rahmat menegaskan Bappenas akan mempelajari seluruh usulan yang disampaikan Pemerintah Provinsi Lampung untuk dirumuskan menjadi program pembangunan yang tepat.
Ia juga menilai komoditas singkong memiliki prospek strategis bagi masa depan Indonesia, tidak hanya sebagai bahan baku industri pangan tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan energi terbarukan.
Sebelumnya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memaparkan potensi besar sektor pertanian Lampung yang menjadi penopang utama ekonomi daerah. Ia menjelaskan sekitar 70 persen penduduk Lampung bekerja di sektor pertanian, sementara provinsi ini merupakan salah satu sentra produksi padi, jagung, ubi kayu, nanas, pisang, kopi, kakao, tebu, hingga lada nasional.
Menurut Mirza, potensi tersebut perlu diperkuat melalui hilirisasi agar komoditas tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung mengusulkan pembangunan kawasan industri pangan untuk mengolah berbagai komoditas unggulan di dalam daerah sehingga nilai tambah dapat dinikmati masyarakat Lampung.
Selain pembangunan kawasan industri pangan, Pemprov Lampung juga mengembangkan sejumlah program transformasi ekonomi desa, antara lain pembangunan fasilitas pupuk hayati cair di 2.500 desa, pembangunan dryer pertanian di 500 desa, penguatan vokasi, dan Program Desa Ku Maju sebagai upaya mempercepat hilirisasi komoditas pertanian dari desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....