Gubernur Lampung Perluas Akses Pendidikan
- 07 Jul 2026 08:14 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Lampung Timur: Pemerintah Provinsi Lampung memperluas akses pendidikan melalui sejumlah program strategis, mulai dari SMA Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), SMA Terbuka, hingga program Satu Desa Satu Sarjana yang akan mulai dijalankan pada 2027. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menekan angka putus sekolah di Lampung.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat berdialog dengan masyarakat dalam kunjungan kerja di Kecamatan Pugung Raharjo, Kabupaten Lampung Timur, Senin 6 Juni 2026.
Menurut Gubernur, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Untuk itu, Pemprov menghadirkan dua skema pendidikan yang lebih fleksibel bagi anak-anak yang putus sekolah.
Program SMA PJJ yang diselenggarakan melalui SMA Negeri 2 Bandar Lampung menyasar anak putus sekolah berusia 16–18 tahun yang telah lulus dari jenjang sebelumnya minimal satu tahun. Sistem pembelajaran dilakukan dengan komposisi 70 persen daring dan 30 persen tatap muka, sementara lulusannya memperoleh ijazah SMA Negeri 2 Bandar Lampung.
Selain itu, Pemprov juga membuka SMA Terbuka bagi anak putus sekolah berusia 16–21 tahun. Program tersebut menerapkan pembelajaran tatap muka dua kali dalam sepekan sehingga peserta didik tetap dapat melanjutkan pendidikan dengan jadwal yang lebih fleksibel.
"Kedua program ini menjadi solusi untuk menekan angka putus sekolah sekaligus memperluas akses pendidikan menengah bagi masyarakat," kata Gubernur.
Pemprov juga akan meluncurkan program Satu Desa Satu Sarjana mulai tahun depan. Program itu ditujukan untuk mencetak sarjana di setiap desa yang diharapkan kembali membangun daerah asal sekaligus meningkatkan kualitas SDM di Provinsi Lampung.
Di sektor pendidikan, pemerintah juga terus mendorong pembangunan ruang kelas baru guna meningkatkan kapasitas layanan pendidikan di berbagai wilayah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengungkapkan masih terdapat sekitar 500 ribu data pendidikan warga di Kabupaten Lampung Timur yang belum diperbarui pada dokumen administrasi kependudukan. Akibatnya, banyak warga yang masih tercatat berpendidikan SD atau SMP di Kartu Keluarga meski jenjang pendidikan sebenarnya telah berubah.
Ia meminta kepala desa membantu masyarakat memperbarui data pendidikan agar sesuai dengan kondisi riil. Menurutnya, data yang akurat akan mendukung penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur juga meninjau Taman Purbakala Pugung Raharjo. Pemerintah Provinsi Lampung telah menetapkan Desa Pugung Raharjo sebagai Desa Wisata Budaya, salah satu dari 16 desa di Lampung yang memperoleh status tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....