Minat Petani Rendah, Pengembangan Kedelai Lampung Baru Capai 100 Ha
- 09 Jun 2026 12:43 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Pengembangan kedelai di Provinsi Lampung masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait minat petani untuk menanam komoditas tersebut. Pada 2026, luas pengembangan kedelai di Lampung tercatat hanya sekitar 100 hektare.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung, Endro Gunawan mengatakan pengembangan kedelai tahun ini difokuskan di Kabupaten Lampung Selatan. Luasan tersebut relatif sama dengan program yang dijalankan pada tahun sebelumnya.
Menurut dia, salah satu kendala utama pengembangan kedelai adalah persaingan penggunaan lahan dengan komoditas lain yang dinilai lebih menguntungkan petani. Kondisi tersebut membuat kedelai belum menjadi pilihan utama dalam usaha tani.
“Kedelai hanya 100 hektare di Lampung Selatan. Karena lahannya kita tidak banyak dan sekarang terjadi persaingan penggunaan lahan,” ujar Endro, Senin 8 Juni 2026.
Ia menjelaskan petani saat ini lebih banyak memilih menanam padi, jagung, atau singkong yang memiliki prospek pasar lebih baik. Selain itu, harga kedelai dinilai belum cukup menarik dibandingkan komoditas pangan lainnya.
Pemerintah tetap memberikan dukungan terhadap pengembangan kedelai sebagai salah satu komoditas strategis pangan nasional. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan baku kedelai di dalam negeri.
Endro berharap pengembangan kedelai dapat terus ditingkatkan apabila didukung harga yang lebih kompetitif dan kepastian pasar bagi petani. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong minat petani menanam kedelai di Lampung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....