PLN UP3 Metro Perkuat Ketahanan Pangan Lampung Timur lewat Listrik Masuk Sawah

  • 10 Agt 2026 20:41 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Lampung Timur: Akses listrik untuk mendukung sistem irigasi pertanian kini menjangkau kawasan persawahan di Desa Bumi Harjo, Kecamatan Batang Hari, Kabupaten Lampung Timur. Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Metro menghadirkan Program Listrik Masuk Sawah sebagai upaya mendorong produktivitas petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Program tersebut dilaksanakan di kawasan persawahan Desa Bumi Harjo, Kecamatan Batang Hari, Kabupaten Lampung Timur. Infrastruktur kelistrikan yang dibangun PLN dimanfaatkan untuk mendukung operasional sistem irigasi pertanian di kawasan tersebut, termasuk oleh Gapoktan Sri Rejeki 2, Gapoktan Maju Jaya, dan Gapoktan Mawar. Untuk mendukung kebutuhan listrik di kawasan pertanian tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 4 kilometer serta tiga gardu distribusi dengan kapasitas masing-masing 100 kVA.

Kehadiran infrastruktur kelistrikan tersebut diharapkan mempermudah petani mengoperasikan pompa air untuk memenuhi kebutuhan irigasi, terutama saat musim kemarau. Pemanfaatan listrik juga membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas lahan dengan sistem pengairan yang lebih optimal.

Realisasi program tersebut ditinjau langsung oleh Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Timur Eko, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Republik Indonesia Hermansyah, jajaran PLN UP3 Metro, serta para petani penerima manfaat.

Manager PLN UP3 Metro, Anas Febrian, mengatakan penyediaan listrik bagi sektor pertanian merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendorong pemanfaatan energi listrik pada kegiatan produktif masyarakat. “PLN tidak hanya menghadirkan listrik untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendorong pemanfaatannya pada sektor produktif, salah satunya pertanian. Melalui Listrik Masuk Sawah, kami berharap petani semakin mudah memperoleh akses energi untuk mendukung irigasi, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya memperkuat ketahanan pangan serta perekonomian daerah,” ujar Anas.

Menurut Anas, pengembangan infrastruktur kelistrikan untuk sektor pertanian juga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. PLN siap terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam memperluas manfaat listrik bagi masyarakat, termasuk di kawasan pertanian.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, mengapresiasi dukungan PLN dalam menghadirkan jaringan listrik hingga ke area persawahan. Menurutnya, ketersediaan listrik menjadi salah satu solusi untuk mendukung sistem pengairan dan keberlanjutan aktivitas pertanian.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN karena jaringan listrik kini telah menjangkau kawasan persawahan. Ini sangat membantu petani, khususnya dalam memenuhi kebutuhan irigasi. Kami berharap manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas lahan, hasil panen, dan kesejahteraan petani,” ujar Ela.

Senada, Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI, Hermansyah, menilai dukungan infrastruktur kelistrikan memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian. “Ketersediaan listrik di kawasan persawahan dapat mendukung pengoperasian sistem irigasi dan meningkatkan indeks pertanaman. Kami berharap sinergi antara sektor ketenagalistrikan dan pertanian terus diperkuat sebagai bagian dari upaya bersama mendukung swasembada dan ketahanan pangan nasional,” ungkap Hermansyah.

Melalui Program Listrik Masuk Sawah, PLN UP3 Metro terus mendorong pemanfaatan listrik sebagai energi penggerak sektor produktif. Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mengisi momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadirkan energi yang memberikan nilai tambah bagi petani dan perekonomian daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....