Kementan Dorong Antisipasi Hama dan Kekeringan di Lahan Pertanian Lampung
- 27 Mei 2026 10:27 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kementerian Pertanian meminta para petani dan penyuluh lapangan di Provinsi Lampung mewaspadai ancaman serangan organisme pengganggu tumbuhan. Gangguan hama tanaman dinilai menjadi pemicu utama kegagalan panen di tengah upaya peningkatan produksi pangan.
Berdasarkan data pantauan klinis serangan hama tikus dilaporkan menjadi ancaman paling merusak bagi tanaman padi lokal. Pengendalian massal harus segera dieksekusi agar tidak mengoreksi target surplus beras provinsi secara drastis.
Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Kementan Tin Latifah memaparkan serangan hama tikus mencakup 44,46 persen dari total kerusakan padi di Lampung. Kabupaten Lampung Tengah dilaporkan menempati posisi teratas sebagai wilayah dengan tingkat kerusakan komoditas tertinggi.
Tin Latifah menjelaskan langkah strategis antisipasi dampak kemarau panjang juga wajib dijalankan melalui sistem peringatan dini. Pengelolaan air irigasi harus dioptimalkan kembali dengan memanfaatkan program pompanisasi serta sumur air dangkal.
"Sebagian besar provinsi lain ada yang mengalami defisit, maka produktivitas pertanian Lampung harus kita jaga," ujarnya pada Selasa, 26 Mei 2026.
Pemerintah pusat menyarankan percepatan masa tanam pada wilayah potensial menggunakan varietas benih padi yang genjah. Penggunaan varietas benih padi seperti jenis Cakrabuana dan Inpari dinilai sangat adaptif terhadap risiko kekeringan lahan.
Pola pengaturan waktu tanam juga wajib disesuaikan dengan ketersediaan air pada masing-masing saluran irigasi teknis. Sinergi elemen pentahelix diharapkan mampu mendampingi para petani dalam mengawal masa krusial pertumbuhan tanaman.
Kesuksesan mitigasi bencana pertanian ini akan menjamin keberlanjutan pasokan beras Lampung ke kota besar lainnya. Perlindungan lahan aktif menjadi agenda mutlak demi mewujudkan kedaulatan pangan nasional yang kokoh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....