Gubernur Dorong Obligasi dan Sukuk Daerah Percepat Pembangunan Lampung
- 18 Mei 2026 16:02 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mendorong penguatan obligasi dan sukuk daerah sebagai instrumen pembiayaan alternatif pemerintah daerah guna mempercepat pembangunan dan memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat membuka Sosialisasi Penerbitan Obligasi/Sukuk Daerah kepada pemerintah daerah se-Sumatera Bagian Selatan di Grand Mercure Bandarlampung, Senin 18 Mei 2026.
Menurut Mirza, tantangan pembangunan daerah ke depan menuntut keberanian pemerintah daerah untuk menghadirkan inovasi pembiayaan di tengah keterbatasan fiskal.
“Ketika kita berbicara tentang masa depan pembangunan daerah, kita berbicara tentang bagaimana daerah harus lebih berani berpikir maju, lebih mandiri, dan lebih inovatif. Karena itu, diperlukan instrumen pembiayaan baru yang mampu mendukung percepatan pembangunan,” ujarnya.
Ia menilai obligasi daerah dan sukuk daerah dapat menjadi solusi strategis untuk mendukung pembangunan sektor-sektor produktif yang memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.
Mirza menjelaskan, Lampung saat ini mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatera dan menjadi yang terbaik di sektor primer. Namun, kemampuan fiskal daerah masih terbatas karena sumber pendapatan daerah masih bergantung pada pajak kendaraan bermotor, pajak alat berat, dan retribusi.
“Ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik semakin tinggi, sementara kemampuan fiskal kita masih terbatas,” katanya.
Menurutnya, instrumen obligasi dan sukuk daerah memungkinkan pemerintah daerah tidak hanya bergantung pada transfer pusat, tetapi juga memiliki sumber pembiayaan alternatif yang lebih berkelanjutan.
Gubernur Mirza juga menekankan pentingnya kesiapan regulasi, kapasitas sumber daya manusia, kualitas perencanaan, dan tata kelola yang baik agar penerbitan obligasi dan sukuk daerah dapat berjalan optimal.
Ia mengajak pemerintah pusat, Otoritas Jasa Keuangan, pelaku pasar keuangan, investor, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan untuk membangun sinergi dalam pengembangan instrumen pembiayaan tersebut.
“Saya percaya apabila kolaborasi ini berjalan baik, Lampung dapat menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan obligasi daerah dan sukuk daerah di Indonesia,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....