Gubernur Lampung Dorong PMI Bangun Budaya Kesiapsiagaan Bencana

  • 18 Sep 2026 08:06 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung memperluas perannya dari pelayanan donor darah dan kesehatan menjadi penggerak budaya kemanusiaan, kepedulian sosial, serta kesiapsiagaan bencana di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Gubernur saat menghadiri rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI di Golden Bistro, Bandar Lampung, Kamis 17 September 2026.

Menurut Mirza, nilai gotong royong dan tolong-menolong yang menjadi dasar gerakan PMI perlu ditanamkan kepada masyarakat sehingga kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi.

“Ke depan bagaimana budaya mitigasi bencana ini harus dibantu oleh PMI. Bukan hanya melatih, tetapi menjadikan sifat siap siaga menjadi budaya seluruh masyarakat di Provinsi Lampung,” ujar Mirza.

Ia mengatakan cakupan tugas PMI lebih luas daripada kegiatan donor darah. PMI memiliki peran kemanusiaan dalam membantu masyarakat yang terdampak berbagai kondisi darurat, termasuk bencana, kekeringan, wabah penyakit, hingga situasi konflik.

“PMI ini tumpah darah. Jadi tugasnya PMI ini kalau perang ya ada PMI. Tentara yang nembak, terluka PMI. Bencana PMI. Kekeringan PMI. Kelaparan PMI,” katanya.

Karena itu, Pemprov Lampung mendorong PMI memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalitas pelayanan, memperbanyak relawan, dan memperluas jangkauan pengabdian kepada masyarakat.

Mirza menilai budaya kemanusiaan tidak cukup hanya dibangun di lingkungan pengurus dan anggota PMI. Masyarakat juga perlu memiliki semangat kepedulian dan kesiapsiagaan sehingga dapat mengambil tindakan ketika menghadapi situasi darurat.

“Enggak perlu nunggu PMI lagi, karena masyarakatnya ke depan mereka sudah punya semangat PMI,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan budaya kesiapsiagaan penting bagi Lampung yang memiliki potensi bencana, khususnya di wilayah pesisir. Masyarakat diminta meningkatkan kesadaran mitigasi dan kesiapan menghadapi kemungkinan bencana.

Selain kebencanaan, Mirza menekankan pentingnya solidaritas masyarakat dalam menghadapi kekeringan, kelaparan, wabah penyakit, maupun dampak abu vulkanik. Pengalaman pandemi Covid-19, menurut dia, menunjukkan bahwa kepedulian dan gotong royong menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi darurat.

Gubernur juga mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai budaya. Donor darah, kata dia, merupakan bentuk kepedulian yang dapat membantu menyelamatkan kehidupan orang lain.

“Donor darah ini harus terus digelorakan. Jadi donor darah bisa jadi budaya di Lampung,” katanya.

Mirza mengaitkan penguatan nilai kemanusiaan dengan pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga oleh kepedulian masyarakat terhadap sesama.

“Kemajuan sebuah daerah bukan hanya diukur dari seberapa tinggi bangunannya, tapi juga seberapa besar kepedulian warganya,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....