Hilirisasi Komoditas Jadi Kunci, Gubernur Lampung Perkuat Ekonomi Pedesaan
- 15 Apr 2026 11:32 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan ketimpangan harga gabah antara tingkat petani dan konsumen selama ini menjadi salah satu penyebab kemiskinan di wilayah pedesaan.
“Dulu harga gabah di tingkat petani sangat rendah, sementara di konsumen tinggi. Ketimpangan ini yang menyebabkan kemiskinan di wilayah pedesaan,” ujarnya, Rabu 15 April 2026.
Namun, menurut Gubernur, perubahan signifikan mulai dirasakan setelah adanya kebijakan nasional yang mendorong kenaikan harga gabah dan jagung. Dampaknya, pendapatan petani meningkat hingga dua kali lipat.
Kenaikan tersebut dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan daya beli masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang selama ini bergantung pada sektor pertanian.
Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Provinsi Lampung kini mendorong hilirisasi komoditas, terutama di tingkat desa melalui program “Desaku Maju”.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembangunan fasilitas pengering (dryer) guna meningkatkan nilai jual hasil pertanian. Selama ini, petani umumnya menjual hasil panen dalam kondisi basah dengan harga yang lebih rendah.
“Selama ini petani menjual dalam kondisi basah. Dengan pengeringan di desa, nilai tambah bisa langsung dinikmati petani,” kata Mirza.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengembangkan program pupuk organik berbasis limbah desa. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan sekaligus menekan biaya produksi petani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....