Dokter Gizi: Waspadai Risiko Gangguan Kesehatan saat Bulan Ramadan
- 19 Feb 2026 14:06 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Perubahan pola makan selama bulan puasa perlu disikapi dengan kewaspadaan tinggi terhadap berbagai potensi gangguan kesehatan. Masyarakat sering kali terjebak dalam kebiasaan memilih menu makanan yang kurang tepat saat waktu berbuka tiba.
Pola makan yang tidak terkontrol dapat memicu kambuhnya penyakit bawaan yang sebelumnya sudah dimiliki oleh seseorang. Kondisi seperti kencing manis serta darah tinggi berisiko menjadi lebih parah jika asupan nutrisi tidak dijaga dengan benar.
Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Tutik Ernawati saat Dialog Lampung Menyapa Pro 1 RRI Bandarlampung menyebutkan bahwa, kasus diare hingga stroke masih cukup tinggi ditemukan di lingkungan kerja medis. Fenomena ini biasanya berkaitan erat dengan ketidaksiapan tubuh dalam menerima lonjakan porsi makan yang berlebihan secara mendadak.
“Sering banget penyakit muncul itu karena pola perubahan makan yang menjadi berlebih saat berbuka,” ujar dr. Tutik Ernawati, Kamis 19 Februari 2026.
Selain faktor porsi, risiko kontaminasi pada makanan juga menjadi ancaman serius bagi saluran pencernaan manusia. Bakteri atau kuman dapat muncul dari proses memasak yang kurang higienis maupun akibat membeli hidangan yang tidak terjamin kebersihannya.
Gangguan kesehatan seperti diare serta muntah berak menjadi keluhan yang paling rutin terjadi pada masa peralihan jadwal makan ini. Kesadaran masyarakat dalam menjaga kualitas dan kebersihan asupan pangan menjadi kunci utama agar ibadah tetap berjalan lancar.
Warga diimbau untuk mengenali kondisi tubuh masing-masing agar mampu membatasi konsumsi makanan yang bersifat memicu penyakit fatal. Hubungan antara kontrol diri serta pemilihan menu yang sehat akan sangat menentukan kualitas kesehatan seseorang selama bulan suci.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....