5 Sayuran yang Kulitnya Tak Perlu Dikupas, Justru Mengandung Nutrisi
- 11 Sep 2026 10:12 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Mengupas sayuran sebelum dimasak sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Namun, ternyata ada sejumlah sayuran yang kulitnya tidak harus dibuang karena bagian tersebut juga dapat mengandung serat dan berbagai zat gizi.
Dengan pengolahan yang tepat, beberapa sayuran bahkan dapat langsung dimasak bersama kulitnya. Selain lebih praktis, kebiasaan ini juga dapat mengurangi sisa makanan dari dapur.
Berikut lima sayuran yang kulitnya bisa tetap dikonsumsi:
1. Kentang
Kentang merupakan salah satu sayuran yang kulitnya dapat dimakan. Bagian kulitnya mengandung serat serta sejumlah vitamin dan mineral.
Kentang yang akan dimasak bersama kulit sebaiknya dicuci dan disikat hingga bersih terlebih dahulu untuk menghilangkan tanah dan kotoran yang menempel. Kentang bisa dipanggang, direbus, atau dikukus tanpa harus dikupas.
2. Wortel
Kulit wortel sebenarnya sangat tipis dan tidak selalu perlu dikupas. Setelah dicuci bersih, wortel dapat langsung dimasak bersama bagian luarnya.
Wortel merupakan sumber beta-karoten yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A. Mengonsumsi wortel secara utuh juga membantu mempertahankan kandungan seratnya.
3. Timun
Timun termasuk sayuran yang umumnya dikonsumsi bersama kulitnya. Kulit timun memberikan tambahan serat dan berbagai senyawa tanaman.
Sebelum dimakan, timun sebaiknya dicuci di bawah air mengalir dan digosok perlahan untuk membersihkan permukaannya. Timun dengan kulit dapat digunakan sebagai lalapan, salad, maupun campuran minuman.
4. Terong
Kulit terong juga aman dikonsumsi dan justru memberikan warna serta tekstur pada masakan. Kulit terong mengandung berbagai senyawa tanaman, sementara dagingnya menyediakan serat.
Terong tidak harus dikupas ketika akan ditumis, dipanggang, atau dimasak sebagai sayur. Cukup cuci dengan baik sebelum dipotong dan diolah.
| Baca juga: Makanan Sehat Membantu Mencegah Penuaan Dini |
5. Labu kuning
Labu kuning memiliki kulit yang relatif keras sehingga tidak selalu cocok dimakan, terutama pada labu yang sudah tua. Namun, pada beberapa jenis dan ukuran labu tertentu, kulitnya dapat dimakan setelah dimasak hingga lunak.
Untuk labu dengan kulit yang keras, mengupas tetap menjadi pilihan yang lebih nyaman. Bagian daging labu sendiri kaya akan beta-karoten dan dapat diolah menjadi sup, kukusan, atau berbagai hidangan lainnya.
Jangan Lupa Dicuci Bersih
Meski kulit beberapa sayuran dapat dimakan, kebersihan tetap menjadi hal penting. Sayuran sebaiknya dicuci dengan air mengalir sebelum dipotong atau dimasak, terutama jika akan dikonsumsi bersama kulit.
Perlu diingat, tidak semua kulit sayuran cocok dimakan. Kulit yang terlalu keras, rusak, berjamur, atau menunjukkan tanda pembusukan sebaiknya dibuang.
Mengonsumsi sayuran bersama kulit juga bukan berarti selalu lebih sehat. Yang terpenting adalah memilih bahan yang segar, membersihkannya dengan baik, serta mengolahnya dengan cara yang sesuai.
Dengan demikian, kebiasaan tidak langsung mengupas kulit sayuran tertentu dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi limbah makanan sekaligus mempertahankan bagian sayuran yang masih layak dikonsumsi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....