Abu Vulkanik Mengandung Pecahan Kaca dan Batuan, Berbahaya jika Terhirup
- 06 Sep 2026 20:43 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Abu vulkanik yang keluar saat erupsi gunung api bukan sekadar debu biasa. Material tersebut terbentuk dari pecahan batuan, mineral, dan material vulkanik yang dapat berukuran sangat halus sehingga mudah terbawa angin dan masuk ke saluran pernapasan.
Karakteristik abu vulkanik juga berbeda dengan debu rumah tangga. Partikelnya dapat berbentuk tidak beraturan dan mengandung material seperti kaca vulkanik. Sifat tersebut membuat abu vulkanik bersifat abrasif dan berpotensi menimbulkan iritasi ketika mengenai mata, kulit, maupun saluran pernapasan.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut abu yang jatuh akibat erupsi gunung api dapat menimbulkan gangguan pernapasan akut maupun kronis. Partikel abu yang sangat halus juga dapat terhirup dan menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan.
Paparan abu vulkanik juga perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan. WHO mencatat dampak kesehatan akibat erupsi antara lain iritasi mata dan kulit serta gangguan pernapasan.
Berbeda dengan debu biasa yang umumnya berasal dari tanah atau material lingkungan, abu vulkanik dapat membawa campuran mineral dan material vulkanik dengan karakter fisik yang lebih abrasif. Karena itu, abu yang terlihat tipis di permukaan tetap tidak sebaiknya dianggap aman untuk dihirup.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak hujan abu Gunung Anak Krakatau diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus keluar rumah, penggunaan masker atau respirator yang sesuai dapat membantu mengurangi jumlah partikel yang terhirup.
WHO juga menjelaskan bahwa respirator yang dirancang untuk menyaring partikel dapat digunakan untuk mengurangi paparan partikulat di udara. Namun, penggunaannya harus tepat dan sesuai kondisi masing-masing, khususnya bagi orang yang memiliki penyakit pernapasan.
Selain melindungi saluran pernapasan, masyarakat perlu menghindari mengucek mata ketika terkena abu serta membersihkan abu secara hati-hati agar tidak kembali beterbangan dan terhirup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....