Harga dan Kepraktisan Jadi Tantangan Konsumsi Makanan Sehat
- 06 Sep 2026 13:04 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Harga dan kepraktisan menjadi salah satu tantangan masyarakat dalam menerapkan pola makan bergizi seimbang. Dosen Prodi Gizi Klinis Politeknik Negeri Lampung, Devi Elvina Rachma, S.Gz., M.Gz., mengatakan makanan yang dianggap lebih sehat sering kali dipersepsikan memiliki harga lebih mahal dibandingkan pilihan makanan yang praktis dan kurang seimbang.
" Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat lebih memilih makanan yang mudah diperoleh, cepat dikonsumsi, dan sesuai dengan kemampuan ekonomi. Makanan yang digoreng, makanan instan, serta makanan ultra-proses menjadi beberapa pilihan yang mudah dijangkau dalam aktivitas sehari-hari." ujar Devi.
Devi Elvina Rachma, S.Gz., M.Gz., mengatakan penerapan gizi seimbang tidak selalu harus menggunakan bahan makanan mahal. Masyarakat dapat memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar dan memiliki harga yang relatif terjangkau.
" Di Lampung, misalnya, makanan tradisional seperti seruit dapat menjadi salah satu contoh makanan yang mengandung beberapa komponen gizi dalam satu sajian. Di dalamnya terdapat lauk, makanan pendamping, serta sayuran atau lalapan." kata Devi.
Untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, masyarakat juga dapat memilih sayuran dan buah yang mudah diperoleh. Timun, tomat, pisang, maupun nanas dapat menjadi pilihan sumber zat gizi mikro yang relatif mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Karena itu, menurut Devi, kesadaran mengenai gizi seimbang perlu berjalan bersama dengan pemanfaatan pangan lokal. Masyarakat tidak harus selalu membeli makanan mahal untuk memenuhi kebutuhan gizi, tetapi perlu lebih cermat dalam mengombinasikan makanan yang tersedia agar asupan harian tetap seimbang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....