Kenapa Waktu Terasa Cepat saat Bahagia? Penjelasan Psikologinya
- 26 Feb 2026 14:26 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Pernah merasa waktu berlalu begitu cepat saat sedang tertawa bersama teman atau melakukan hal yang kita sukai? Sebaliknya, saat bosan atau menunggu sesuatu, waktu terasa berjalan sangat lambat. Fenomena ini bukan sekadar perasaan, melainkan berkaitan dengan cara kerja otak dalam memproses pengalaman.
Secara psikologis, persepsi waktu dipengaruhi oleh perhatian dan emosi. Ketika kita bahagia, fokus kita tertuju pada aktivitas yang sedang dijalani. Otak lebih sibuk menikmati momen daripada “menghitung” waktu yang lewat. Karena perhatian tidak tertuju pada jam atau durasi, waktu pun terasa lebih singkat.
Perasaan bahagia juga berkaitan dengan pelepasan hormon seperti dopamin. Dopamin berperan dalam sistem penghargaan otak dan membuat kita merasa senang serta termotivasi. Saat dopamin meningkat, pengalaman terasa lebih menyenangkan dan mengalir begitu saja tanpa terasa berat.
Sebaliknya, ketika kita bosan atau tidak nyaman, perhatian justru terfokus pada lamanya waktu. Otak menjadi lebih sadar terhadap setiap detik yang berlalu. Itulah sebabnya menunggu antrean atau menghadiri kegiatan yang tidak disukai terasa sangat lama.
Selain itu, ada perbedaan antara persepsi waktu saat mengalami suatu kejadian dan saat mengingatnya kembali. Saat sedang bahagia, waktu terasa cepat ketika dijalani. Namun ketika dikenang, momen bahagia sering terasa panjang dan penuh kenangan karena otak menyimpan banyak detail positif.
Jadi, waktu sebenarnya tidak benar-benar berjalan lebih cepat atau lambat. Yang berubah adalah cara otak kita memproses perhatian, emosi, dan pengalaman. Kebahagiaan membuat kita tenggelam d
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....