Mitos atau Fakta: Dilarang Makan Pedas saat Berbuka Puasa
- 24 Feb 2026 21:49 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Banyak orang Indonesia terbiasa menyantap gorengan dan sambal saat berbuka puasa. Namun, muncul anggapan bahwa makan pedas saat berbuka sebaiknya dihindari karena bisa membahayakan kesehatan. Lalu, apakah larangan makan pedas saat berbuka puasa hanya mitos atau memang fakta medis?
Mengapa Makanan Pedas Dipertanyakan Saat Berbuka?
Saat berpuasa, tubuh—terutama lambung—tidak menerima asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 12 jam. Kondisi ini membuat lambung berada dalam keadaan kosong cukup lama. Ketika waktu berbuka tiba, makanan pertama yang masuk akan sangat berpengaruh pada sistem pencernaan.
Makanan pedas mengandung capsaicin, senyawa aktif pada cabai yang memberikan sensasi panas. Capsaicin dapat merangsang produksi asam lambung dan pada sebagian orang bisa memicu rasa perih, mulas, atau bahkan diare.
Fakta Medis: Tidak Dilarang, Tapi Perlu Bijak
Secara medis, tidak ada larangan mutlak untuk mengonsumsi makanan pedas saat berbuka puasa bagi orang yang sehat dan tidak memiliki gangguan lambung. Namun, para ahli kesehatan umumnya menyarankan untuk tidak langsung mengonsumsi makanan pedas sebagai hidangan pertama saat berbuka.
Menurut rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berbuka puasa sebaiknya diawali dengan makanan atau minuman manis dan ringan, seperti kurma dan air putih, untuk mengembalikan kadar gula darah secara bertahap. Setelah itu, barulah mengonsumsi makanan utama secara perlahan.
Bagi penderita maag, asam lambung (gerd), atau gangguan pencernaan lainnya, makanan pedas dapat memperparah gejala seperti nyeri ulu hati dan sensasi terbakar di dada.
Mengonsumsi makanan pedas dalam kondisi perut kosong dapat menimbulkan beberapa risiko, antara lain:
- Iritasi dinding lambung
- Produksi asam lambung berlebih
- Nyeri perut atau mulas
- Diare pada individu sensitif
Namun, respons tiap orang bisa berbeda. Ada yang tetap nyaman mengonsumsi sambal saat berbuka, ada pula yang langsung merasakan gangguan pencernaan.
Mitos atau Fakta?
Larangan makan pedas saat berbuka puasa bukan sepenuhnya mitos, tetapi juga bukan aturan yang berlaku untuk semua orang. Bagi individu dengan lambung sensitif, hal tersebut merupakan fakta yang perlu diperhatikan. Sementara bagi orang dengan kondisi pencernaan sehat, konsumsi makanan pedas tetap diperbolehkan asalkan tidak berlebihan dan tidak dijadikan menu pembuka.
Kunci utamanya adalah mengenali kondisi tubuh masing-masing dan mengutamakan pola makan yang seimbang selama bulan Ramadan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....