Si Kecil Rewel karena Cacar Air? Yuk, Redakan Gatalnya dengan 5 Cara Ini
- 29 Mei 2026 20:02 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung : Menyaksikan buah hati yang biasanya aktif tiba-tiba lemas, demam, dan tubuhnya dipenuhi bintik-bintik merah berisi cairan tentu membuat orang tua merasa khawatir. Cacar air atau varicela memang menjadi salah satu penyakit menular yang sangat umum menyerang anak-anak. Rasa gatal yang hebat sering kali membuat anak rewel, sulit tidur, dan memicu keinginan mereka untuk menggaruknya.
Menghadapi anak yang terkena cacar air memang butuh kesabaran ekstra, namun Anda tidak perlu panik. Kunci utama penyembuhan cacar air pada anak adalah perawatan rumahan (isolasi mandiri) yang tepat untuk meredakan gejala dan mencegah infeksi sekunder pada kulit.
Guna membantu proses pemulihan si kecil agar berjalan optimal dan minim stres, berikut adalah panduan cerdas menangani anak sakit cacar di rumah:
1. Cegah Garukan dengan Memotong Kuku
Musuh terbesar dari cacar air adalah garukan. Jika bintil cacar pecah akibat digaruk, bakteri dari kuku dapat masuk dan memicu infeksi kulit, serta meninggalkan bekas luka bopeng yang sulit hilang.
- Solusi: Segera potong pendek dan haluskan kuku anak. Jika anak masih balita, pakaikan sarung tangan kain yang lembut dan longgar, terutama saat mereka tidur di malam hari ketika rasa gatal biasanya memuncak.
2. Tetap Mandikan Anak (Jangan Percaya Mitos!)
Mitos lama sering kali melarang anak cacar air untuk terkena air atau mandi. Faktanya, membiarkan tubuh anak kotor justru akan mengundang bakteri dan memperparah infeksi.
- Solusi: Anak tetap harus dimandi air hangat secara perlahan, minimal dua kali sehari. Gunakan sabun bayi yang lembut dan tanpa parfum. Untuk meredakan gatal, Anda bisa mencampurkan bubuk gandum halus (oatmeal) ke dalam air mandinya. Setelah mandi, keringkan tubuh anak dengan cara menepuk-nepuk handuk lembut secara perlahan, jangan digosok.
3. Redakan Gatal dengan Losion Kalamin
Untuk menenangkan kulit anak yang meradang dan gatal, hindari memberikan sembarang salep tanpa resep dokter.
- Solusi: Oleskan losion kalamin (calamine lotion) pada bintik-bintik cacar yang belum pecah. Efek dingin dari kalamin sangat efektif memberikan rasa nyaman pada kulit anak. Jika rasa gatal sangat mengganggu hingga anak tidak bisa tidur, konsultasikan dengan dokter anak untuk pemberian sirup antihistamin (antigatal) yang aman.
4. Pakaikan Baju yang Longgar dan Adem
Gesekan antara kain baju dan bintil cacar bisa memicu rasa perih dan membuat bintil tersebut pecah sebelum waktunya.
- Solusi: Pilihkan pakaian berbahan katun murni yang tipis, longgar, dan menyerap keringat. Hindari memakaikan baju berlapis atau selimut tebal yang bisa membuat tubuh anak gerah, karena keringat berlebih akan memicu rasa gatal yang semakin menjadi-jadi.
5. Jaga Hidrasi dan Berikan Makanan Lunak
Saat fase demam, anak biasanya akan kehilangan nafsu makan. Ditambah lagi, bintil cacar terkadang bisa muncul di dalam area mulut atau tenggorokan, membuat mereka perih saat menelan.
- Solusi: Berikan makanan yang bertekstur lunak, dingin, dan hambar, seperti bubur ayam, sup bening hangat, atau puding. Hindari makanan yang terlalu asin, asam, atau pedas. Pastikan anak minum air putih atau jus buah segar sesering mungkin agar terhindar dari dehidrasi.
Kapan Harus ke Dokter?
Cacar air pada anak umumnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 minggu. Namun, harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika demam anak mencapai di atas 39°C, anak tampak sangat lemas, mengalami sesak napas, atau jika bintil cacar terlihat mengeluarkan nanah kental yang menandakan terjadinya infeksi bakteri yang parah.
Merawat anak yang sakit cacar memang menguras energi, tetapi dengan menciptakan suasana isolasi mandiri yang nyaman di kamar dan memberikan afirmasi positif, si kecil akan merasa lebih tenang dan proses penyembuhan pun akan berjalan lebih cepat. Stay safe and healthy!
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....