Recall Mobil Terbesar China: 4 Juta Tesla Ditarik!
- 31 Agt 2026 22:48 WIB
- Bandar Lampung
Poin Utama
- China secara resmi memerintahkan recall lebih dari empat juta kendaraan listrik dengan fokus utama pada masalah gagang pintu tersembunyi yang dianggap membahayakan keselamatan pengguna.
- Tesla harus menarik hampir tiga juta unit kendaraan yang telah terjual di China sejak tahun 2014, menjadi proporsi terbesar dalam operasi recall ini.
- Selain Tesla, produsen kendaraan listrik lokal Xiaomi, XPeng, dan Geely juga diperintahkan oleh SAMR untuk melakukan penarikan kembali kendaraan mereka untuk mengatasi isu keamanan yang sama.
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - China resmi mengumumkan penarikan kembali (recall) lebih dari empat juta kendaraan, sebagian besar milik Tesla, menyusul kekhawatiran serius terhadap keamanan hidden door handle atau gagang pintu tersembunyi yang kini marak digunakan pada kendaraan listrik (EV).
Apa yang Terjadi?
Pada 21 Agustus lalu, Administrasi Regulasi Pasar Negara China (SAMR) memerintahkan Tesla, Xiaomi, XPeng, dan Geely untuk menarik jutaan kendaraan mereka. Tesla sendiri harus menarik hampir tiga juta unit yang terjual di China sejak 2014.
Masalahnya bukan sekadar desain. SAMR menyatakan gagang pintu tersembunyi sulit dikenali karena warnanya menyatu dengan interior kendaraan. Lebih berbahaya lagi, saat terjadi kegagalan listrik, penumpang bisa terperangkap di dalam mobil—menghambat penyelamatan diri maupun upaya evakuasi dari luar.
Tragedi yang Memicu Perhatian Dunia
Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Pada 2025, dua kecelakaan fatal melibatkan Xiaomi SU7 mengguncang publik China. Salah satunya terjadi di jalan tol Kota Tongling, Tiongkok bagian timur, menewaskan tiga orang. Keluarga korban mengungkapkan bahwa pintu kendaraan tidak dapat dibuka setelah tabrakan, menjebak penumpang di dalamnya.
Di Amerika Serikat, Tesla pun menghadapi gugatan hukum terkait desain pintu Cybertruck. Satu-satunya penyintas kecelakaan 2024 yang menewaskan tiga mahasiswa di California mendakwa bahwa desain kendaraan membuat penumpang terjebak dalam kendaraan yang terbakar.
"Saat Anda merancang kendaraan tanpa cara mekanis untuk membuka pintu dari luar, Anda bertaruh bahwa sistem elektronik akan berfungsi di setiap skenario—termasuk tabrakan berkecepatan tinggi yang diikuti kebakaran," ujar pengacara korban.
Solusi dan Kritik
Sebagai respons atas recall ini, para produsen diwajibkan memasang label peringatan di bagian dalam pintu yang menunjukkan cara membukanya. Beberapa kendaraan juga akan mendapat pembaruan perangkat lunak yang secara otomatis menurunkan jendela saat terjadi kecelakaan.
Namun, sejumlah insinyur menilai langkah ini belum cukup.
"Akses ke kendaraan dalam keadaan darurat tidak boleh bergantung pada perangkat lunak," tegas Lim Hong Wee, instruktur teknik dari National University of Singapore.
Pakar manajemen risiko Gokul Krithivasan menyebut label peringatan sebagai "solusi lemah". Dalam situasi panik, orang tidak akan membaca tulisan kecil di kabin yang gelap dan mungkin dipenuhi asap.
Regulasi Baru: China Memimpin
China menjadi negara pertama di dunia yang secara tegas melarang penggunaan gagang pintu tersembunyi mulai 1 Januari 2027. Setiap model kendaraan baru wajib dilengkapi mekanisme pembuka pintu secara mekanis, baik dari dalam maupun luar.
Langkah China ini bahkan mendahului Amerika Serikat dan Uni Eropa. Hingga kini, Badan Keselamatan Jalan Raya AS (NHTSA) menyatakan masih mengkaji kemungkinan mewajibkan sistem darurat serupa.
Para pengamat industri meyakini standar keamanan China kemungkinan besar akan diadopsi secara global, mengingat kendaraan diproduksi untuk pasar internasional.
"Prinsipnya jelas: akses keluar-masuk darurat harus tetap bisa dilakukan meski kendaraan kehilangan daya listrik,"pungkas Lyu Chen, dosen teknik dari Nanyang Technological University.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....