Pemerintah Pangkas Seremoni Haji Demi Jaga Kesehatan Jemaah

  • 08 Mei 2026 11:04 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Pemerintah menetapkan kebijakan baru untuk memperpendek durasi seremonial keberangkatan jemaah haji di seluruh asrama haji Indonesia. Keputusan ini diambil guna memberikan waktu istirahat yang lebih banyak bagi jemaah sebelum menghadapi perjalanan panjang menuju tanah suci.

Manajemen waktu menjadi faktor krusial karena jemaah seringkali sudah terjaga sejak waktu subuh untuk mengikuti berbagai rangkaian persiapan di asrama. Akumulasi waktu mulai dari pembekalan, pemeriksaan keamanan, hingga penerbangan internasional dapat mencapai hampir 24 jam tanpa jeda istirahat yang cukup.

Kondisi fisik yang terkuras akibat seremoni yang terlalu lama dinilai membahayakan jemaah dan meningkatkan risiko kesehatan saat tiba di Arab Saudi. Oleh karena itu, setiap proses formalitas di embarkasi kini diarahkan agar lebih singkat dan langsung berfokus pada kebutuhan teknis keberangkatan.

Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo menyatakan bahwa manajemen waktu istirahat jemaah harus dikelola dengan sangat baik untuk menghindari risiko kelelahan ekstrem. Pengurangan durasi sambutan atau acara formal merupakan bagian dari strategi mitigasi kesehatan yang diterapkan secara konsisten.

"Ini hampir 24 jam ini nanti kalau nggak kita manage supaya mereka istirahat, ini akan membahayakan mereka, menambah resiko kesehatannya. Nah ini yang seperti ini yang kita mitigasi terus," ujar Puji Raharjo pada Jumat, 8 Mei 2026.

Proses perjalanan jemaah haji asal Lampung, misalnya, harus melewati pemeriksaan Makkah Road di Jakarta selama empat jam sebelum terbang selama sembilan jam berikutnya. Tanpa waktu istirahat yang optimal di fase awal, kondisi fisik jemaah dikhawatirkan akan menurun drastis saat menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi.

Pemerintah berharap dengan kebijakan pemangkasan seremoni ini, jemaah dapat tiba di tanah suci dalam kondisi bugar dan siap menjalankan rukun haji. Perlindungan terhadap stamina jemaah kini menjadi prioritas utama di atas prosedur formalitas administratif maupun seremonial lainnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....