Donald Trump 80 Tahun, Tren Lansia Bekerja Terus Meningkat
- 17 Jun 2026 04:04 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Ketika Presiden Donald Trump merayakan ulang tahun ke-80 pada Minggu ini, ia bergabung dalam kelompok yang terus berkembang: para pekerja lansia Amerika yang menolak pensiun dini.
Arthur Rose baru saja menutup pintu kliniknya untuk terakhir kali pada Februari lalu, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-95. Lebih dari 65 tahun berpraktik sebagai dokter spesialis penyakit dalam, ia akhirnya memutuskan pensiun — sebagian terinspirasi oleh kepergian sang adik di usia 95 tahun saat pandemi Covid-19.
"Pekerjaan itu sudah tidak memberi saya kepuasan yang sama," ujar Rose. "Semangat itu sudah tidak terasa lagi."
Trump, yang berulang tahun ke-80 pada Minggu ini, menjadi pemimpin AS tertua kedua sepanjang sejarah setelah Joe Biden yang meninggalkan jabatan di usia 82 tahun. Menurut data Pew Research Center, Trump juga termasuk dalam deretan pemimpin dunia tertua saat ini.
Tren ini mencerminkan perubahan besar dalam dunia kerja Amerika. Berdasarkan data Pew, persentase warga berusia 65 tahun ke atas yang masih aktif bekerja telah meningkat empat kali lipat sejak pertengahan 1980-an, dengan sekitar 19 persen dari kelompok usia tersebut masih memegang pekerjaan.
Mengapa lansia memilih tetap bekerja?
Para pakar penuaan menyebut beberapa faktor yang mendorong lansia tetap aktif di dunia kerja. Akses terhadap layanan kesehatan yang semakin baik membuat lebih banyak orang Amerika dapat mencapai usia 80-an. Selain itu, kenaikan biaya hidup turut memaksa sebagian pensiunan untuk kembali bekerja.
Survei terbaru dari Indeed Flex menunjukkan hampir 30 persen pensiunan mempertimbangkan pekerjaan paruh waktu atau sementara, dan lebih dari 60 persen di antaranya menyebut lonjakan biaya hidup sebagai faktor utama. Namun, sekitar setengah dari mereka juga mengakui dorongan untuk berinteraksi sosial.
Gordon Lithgow, profesor di Buck Institute for Research on Aging, menegaskan bahwa pandangan masyarakat tentang usia pun mulai berubah. "Saya berharap orang-orang mulai berpikir bahwa yang terpenting adalah kualifikasi seseorang, bukan usianya," katanya. "Tidak diragukan lagi, orang bisa berfungsi dengan baik hingga usia 70-an, bahkan 80-an."
Harriet Newman Cohen, pengacara perceraian berusia 93 tahun yang masih aktif bersidang dan baru saja merilis memoarnya, merasakan hal serupa. Ia bahkan mendirikan firma hukum baru bersama putrinya saat berusia 88 tahun.
"Bekerja membuat saya tetap muda, bersemangat, berenergi, berpengetahuan, dan menyenangkan," ujar Cohen, yang pernah mendampingi mantan Gubernur New York Andrew Cuomo dalam proses perceraiannya. "Saya tidak bisa membayangkan hidup dengan cara lain."
Pertanyaan soal kesehatan Trump
Meski pengalaman sering menjadi keunggulan di usia lanjut, kekhawatiran tentang penurunan kognitif dan stamina tetap mengemuka. Isu inilah yang pada akhirnya mendorong Biden mundur dari pencalonan ulang pada 2024 setelah performa debat yang dinilai buruk.
Sejumlah anggota parlemen dan publik juga menyuarakan kekhawatiran serupa terhadap Trump. Dalam sidang Kongres bulan ini, anggota Demokrat Ted Lieu menampilkan serangkaian video yang diklaim memperlihatkan Trump tertidur saat rapat.
Namun Menteri Luar Negeri Marco Rubio membantah keras. "Absurd. Sebaliknya, orang itu tidak tidur, dan itu justru masalahnya," ujarnya.
Dokter kepresidenan Trump menyatakan bahwa memar yang kerap terlihat di tangan presiden disebabkan oleh iritasi jaringan akibat seringnya berjabat tangan, dengan latar belakang penggunaan aspirin untuk pencegahan kardiovaskular. Setelah pemeriksaan medis di Walter Reed National Military Medical Center dua pekan lalu, dokter menyimpulkan Trump berada dalam kondisi "kesehatan prima."
Rahasia umur panjang
Lithgow menjelaskan bahwa stres kronis dapat mempercepat proses penuaan secara biologis, termasuk memengaruhi aktivitas sel. Tidur menjadi salah satu faktor terpenting karena mengaktifkan proses perbaikan dan pemulihan tubuh.
Cohen mengungkap rahasia umur panjangnya: tidur lebih dari delapan jam setiap malam, rajin membaca, dan senang berdiskusi. Sementara Lithgow menekankan bahwa faktor terkuat dalam menangkal penuaan dini adalah pendapatan yang memadai dan akses terhadap layanan kesehatan yang baik — bukan sekadar genetika.
Rose, yang kini berusia 95 tahun dan masih dalam kondisi sehat, mengaku tidak sepenuhnya tahu apa yang membuatnya berbeda dari banyak rekannya yang tidak berumur sepanjang dirinya.
"Saya tidak merokok. Sesekali minum schnapps," ujarnya sambil berkelakar. "Para pasien saya sebagian besar tidak tahu berapa umur saya — atau mungkin mereka tidak peduli. Sebab saya tidak terlihat berbeda."
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....