CBS Guncang "60 Minutes" Demi Era Digital

  • 31 Mei 2026 19:24 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - CBS News sedang mengambil langkah berani dengan merombak total program 60 Minutes, salah satu acara berita paling bergengsi dan menguntungkan di Amerika Serikat. Keputusan ini memicu gelombang kontroversi di internal perusahaan maupun di kalangan industri media.

Pemimpin redaksi CBS News, Bari Weiss, dan produser eksekutif baru yang ditunjuknya, Nick Bilton, menjadi motor di balik perubahan besar ini. Keduanya meyakini bahwa 60 Minutes telah menjadi institusi yang ketinggalan zaman dan harus segera bertransformasi untuk bertahan di era digital dan video vertikal.

Weiss, yang baru enam bulan menjabat, menilai 60 Minutes terlalu kaku dan enggan berubah. Ia berargumen bahwa justru karena program ini masih sukses, inilah saat yang tepat untuk berbenah dari posisi yang kuat—bukan menunggu hingga terpuruk.

Dalam pertemuan dengan staf, Weiss dan Bilton mengutip prinsip dunia teknologi: "Jika kamu tidak mendisrupsi dirimu sendiri, orang lain yang akan melakukannya."

Gelombang Pemecatan

Perubahan ini diiringi serangkaian pemecatan mengejutkan. Produser eksekutif sebelumnya, Tanya Simon, diberhentikan setelah setahun menjabat. Dua koresponden senior, Sharyn Alfonsi dan Cecilia Vega, juga dilepas. Ditambah kepergian Anderson Cooper sebelumnya, program ini kini kehilangan tiga dari tujuh koresponden tetapnya.

Cecilia Vega tidak tinggal diam. Ia menyatakan bahwa independensi editorial 60 Minutessedang terancam dari dalam. Menurutnya, ada upaya penyisipan bias politik ke dalam liputan, dan sejumlah tim produksi menahan pitching cerita penting karena takut tekanan internal. "Ini adalah sensor, baik yang dipaksakan maupun yang datang dari dalam diri sendiri. Ini berbahaya bagi program dan berbahaya bagi demokrasi," tegasnya.

CBS News membantah tudingan tersebut dan menyebut klaim Vega tidak berdasarkan kenyataan.

Siapa Nick Bilton?

Bilton adalah jurnalis teknologi, penulis buku, dan pembuat film yang lama meliput industri teknologi untuk The New York Times dan Vanity Fair. Ia tidak memiliki pengalaman langsung di industri televisi jaringan selama hampir dua dekade—dan itulah justru yang diinginkan Weiss.

"Ketika orang bilang Nick tidak pernah bekerja di TV selama 20 tahun—ya, tepat sekali, itulah intinya!" ujar seorang sumber CBS.

Bilton sendiri menegaskan bahwa inti dari 60 Minutes tidak akan berubah: program tetap akan menayangkan tiga dokumenter pendek yang mendalam setiap minggu. Namun di luar siaran Minggu malam, CBS berencana menjangkau penonton di platform-platform baru, termasuk kemungkinan hadir di CNN jika merger Paramount dengan Warner Bros. Discovery rampung.

Soal Trump

Ketegangan era Trump turut mewarnai perombakan ini. Trump diketahui kerap memantau, memuji, sekaligus menyerang 60 Minutes—bahkan pernah menggugat program tersebut. Ketika ditanya apakah CBS akan menghindari liputan kritis terhadap pemerintahan Trump, Bilton menjawab tegas: "Sama sekali tidak."

Apa yang Dipertaruhkan

Para veteran CBS khawatir perubahan terlalu cepat justru akan memperlemah program. Mantan koresponden Steve Kroft dan mantan produser eksekutif Bill Owens secara terbuka menyuarakan kekhawatiran mereka. "Mereka sedang membunuh 60 Minutes," kata Owens.

Di sisi lain, sebagian staf menyambut transformasi ini dengan antusias, berharap ekspansi digital akan memberi napas baru bagi merek 60 Minutes yang telah berusia lebih dari setengah abad.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....