Nvidia Luncurkan Chip AI RTX Spark untuk PC
- 06 Jun 2026 22:21 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Nvidia resmi memperkenalkan chip terbaru bernama RTX Spark, sebuah "superchip" yang dirancang khusus untuk era kecerdasan buatan (AI) personal di komputer PC. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, dalam pidato utamanya di ajang teknologi Computex 2025, Taipei, Taiwan, Senin (2/6).
"Reinvensi komputer ini sama besarnya dengan reinvensi ponsel menjadi smartphone," ujar Huang saat memperkenalkan chip tersebut.
Menurut Nvidia, RTX Spark bukan sekadar komponen biasa. Chip ini dirancang untuk menghadirkan "agen AI personal" — perangkat lunak otonom berbasis kecerdasan buatan — langsung di dalam PC pengguna. Nvidia menyebut komputer generasi baru ini bukan lagi sekadar alat, melainkan mitra kerja.
RTX Spark akan hadir di lini PC Windows terbaru buatan Lenovo, HP, Dell, Microsoft Surface, Asus, dan MSI, dengan rencana peluncuran pada musim gugur 2025. Acer dan Gigabyte dijadwalkan menyusul setelahnya.
Tantangan bagi Intel, AMD, hingga Apple
Langkah Nvidia ini dinilai para analis sebagai pergeseran besar dalam peta persaingan industri PC global. Charlie Dai, analis dari Forrester, menyebut ini sebagai "pergeseran paradigma" Nvidia dari sekadar pemasok komponen menjadi pemilik arsitektur di pasar PC.
"Ini akan langsung menantang Intel, AMD, dan Qualcomm, sekaligus meningkatkan tekanan persaingan dalam hal performa, efisiensi, dan integrasi AI," kata Dai.
Namun, Ian Fogg dari CCS Insight mengingatkan bahwa kehadiran RTX Spark kemungkinan besar akan datang dengan harga yang signifikan, dan lebih menyasar pengguna yang membutuhkan performa sekelas workstation profesional.
Nvidia juga mengumumkan kemitraan dengan Microsoft untuk menghadirkan platform Windows yang aman dan bertenaga RTX Spark. CEO Microsoft, Satya Nadella, menyebut chip ini sebagai "terobosan nyata" menuju visi menghadirkan kecerdasan tanpa batas ke setiap rumah dan meja kerja.
Aturan ekspor AS makin ketat
Di sisi lain, pada Minggu (1/6), pemerintah Amerika Serikat memperketat aturan ekspor chip canggih Nvidia ke perusahaan-perusahaan China. Departemen Perdagangan AS menegaskan bahwa lisensi khusus diperlukan untuk mengekspor chip AI tingkat tinggi — termasuk prosesor Blackwell milik Nvidia — ke anak perusahaan perusahaan China yang beroperasi di luar negeri. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Washington untuk membatasi akses China terhadap teknologi AI mutakhir.
Nvidia sendiri kini menjadi perusahaan paling bernilai di dunia, dengan kapitalisasi pasar lebih dari 5 triliun dolar AS, didorong oleh lonjakan permintaan chip untuk pusat data AI global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....