Awal 2026, Pegadaian Bukukan Laba Rp4,38 Triliun
- 22 Mei 2026 11:31 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: PT Pegadaian kembali mencatatkan kinerja positif pada awal tahun 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp4,38 triliun hingga April 2026. Capaian tersebut tumbuh 87,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,34 triliun.
Pertumbuhan kinerja perusahaan didorong oleh strategi bisnis yang adaptif serta ekspansi ekosistem emas melalui layanan Bullion Services atau Bank Emas yang semakin agresif.
Selain pertumbuhan laba, Pegadaian juga mencatat total aset sebesar Rp183,8 triliun atau meningkat 56 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Outstanding Loan (OSL) gross turut mengalami kenaikan signifikan menjadi Rp153,6 triliun atau tumbuh 58,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kinerja positif tersebut diiringi dengan kualitas pembiayaan yang semakin sehat. Rasio Non-Performing Loan (NPL) berhasil ditekan dari 0,82 persen menjadi 0,51 persen. Sementara itu, rasio profitabilitas Return on Asset (ROA) mencapai 7,49 persen dan Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 29,72 persen.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Novryandi, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan transformasi bisnis Pegadaian dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, khususnya melalui penguatan layanan Bank Emas dan transformasi digital perusahaan.
“Pencapaian kinerja Pegadaian pada awal tahun 2026 ini menunjukkan bahwa transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan mampu memberikan hasil positif dan berkelanjutan. Pertumbuhan laba, peningkatan aset, hingga kualitas pembiayaan yang semakin sehat menjadi indikator kuat bahwa Pegadaian terus dipercaya masyarakat sebagai solusi finansial yang aman dan relevan dengan kebutuhan saat ini,” ujar Novryandi, dalam keterangan yang diterima RRI, Jumat 22 Mei 2026.
Menurutnya, penguatan ekosistem emas melalui layanan Bank Emas menjadi salah satu langkah strategis Pegadaian dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus meningkatkan literasi investasi emas di tengah masyarakat.
Transformasi digital juga terus diperkuat melalui aplikasi Tring! by Pegadaian yang mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan keuangan.
“Pegadaian Kanwil III Sumbagsel mendukung penuh transformasi perusahaan melalui penguatan layanan berbasis emas dan digitalisasi layanan. Kehadiran Bank Emas menjadi momentum penting bagi Pegadaian untuk memperkuat ekosistem investasi emas nasional sekaligus memberikan akses keuangan yang lebih luas, mudah, dan aman bagi masyarakat,” katanya.
Novryandi menegaskan, semangat “MengEMASkan Indonesia” tidak hanya dimaknai sebagai pertumbuhan bisnis semata, tetapi juga sebagai komitmen Pegadaian dalam menciptakan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan pelaku UMKM di berbagai daerah, termasuk wilayah Sumatera Bagian Selatan.
“Melalui inovasi layanan, penguatan ekosistem emas, dan transformasi digital yang berkelanjutan, Pegadaian Kanwil III Sumbagsel berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin semangat MengEMASkan Indonesia dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui layanan keuangan yang inklusif, adaptif, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional,” ujarnya.
Pegadaian sendiri tercatat sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang memperoleh izin operasional kegiatan usaha bulion atau Bank Emas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Melalui layanan tersebut, Pegadaian menghadirkan berbagai portofolio produk Bullion Services seperti Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, hingga Perdagangan Emas.
Dengan penguatan ekosistem emas dan transformasi digital yang terus berjalan, Pegadaian optimistis dapat memperkuat kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....